Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Festival Indonesia Timur: Wadah Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM di Jakarta Timur

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Festival Indonesia Timur: Wadah Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM di Jakarta Timur
BAGIKAN:

Kawasan Jakarta Garden City di Jakarta Timur berubah menjadi panggung multikultural dengan dimulainya Festival Indonesia Timur yang mengusung tema "Katong Semua Basudara". Acara ini dirancang bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai instrumen strategis untuk menghidupkan kembali kekayaan seni, kuliner, dan identitas bangsa, sekaligus menciptakan ruang kebersamaan bagi masyarakat.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan bahwa keberlangsungan nilai-nilai kebudayaan bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Menurut pengamatan Munjirin, kegiatan seperti festival ini menjadi jembatan agar warisan budaya Nusantara dapat terus diwariskan ke generasi penerus, bukan hanya dinikmati sebagai tontonan semata.

Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Pelaku Lokal

Dalam dimensi praktis, festival ini juga menjadi panggung bagi pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui promosi kuliner khas daerah. Dharma Mitra, Presiden Komisaris PT Modernland Realty Tbk, melihat kegiatan ini sebagai momentum untuk merayakan keberagaman yang sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Pengembangan kawasan, menurut Dharma, tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi harus mampu menciptakan lingkungan sosial yang menyatukan dan memberikan nilai tambah ekonomi serta budaya bagi warga.

  • Periode Penyelenggaraan: Festival dijadwalkan berlangsung hingga 1 November 2026.
  • Dimensi Utama: Menggabungkan pelestarian seni, promosi kuliner, pemberdayaan UMKM, dan penguatan sosial komunitas.
  • Ekspansi Manfaat: Diarahkan untuk memberikan keuntungan nyata bagi pelaku usaha lokal dan memperkuat identitas kebangsaan.

Munjirin menutup pembukaannya dengan harapan agar acara ini berjalan aman, meriah, dan membawa manfaat konkret bagi seluruh pihak yang terlibat. Melalui integrasi antara pelestarian budaya dan stimulus ekonomi, Festival Indonesia Timur diharapkan mampu mengubah kawasan residensial menjadi titik temu bagi berbagai komunitas untuk tumbuh bersama.

Meow! Tanya Nesi!
😸