Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Skema Penipuan Targetkan Pembeli iPhone Duo Lewat Situs Palsu dan Fitur Cek Ketersediaan

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: CNN Teknologi
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Skema Penipuan Targetkan Pembeli iPhone Duo Lewat Situs Palsu dan Fitur Cek Ketersediaan
BAGIKAN:

Aliran sensasi pasar atas peluncuran iPhone Duo, perangkat lipat pertama dari Apple, dimanfaatkan oleh para kriminal siber untuk membangun jaringan penipuan global. Penjahat online ini merancang situs web tiruan yang menampilkan tawaran diskon 25 persen dan fitur penghitung waktu mundur untuk menciptakan rasa urgensi, dengan tujuan menurunkan kewaspadaan calon pembeli yang sedang berburu produk unggulan.

Mekanisme Manipulasi Psikologi dan Jangkauan Global

Menurut Olga Altukhova, analis konten web Kaspersky, taktik ini sengaja dirancang agar terlihat kredibel sehingga korban tergelincir ke dalam komunikasi pribadi sebelum sempat melakukan verifikasi. Operasi ini tidak terbatas pada satu demografi, terbukti dari temuan Kaspersky yang menemukan situs berbahasa Inggris, Portgisis, hingga sistem dinamis yang mengizinkan pengguna memilih bahasa dan mata uang. Hal ini mengindikasikan strategi penargetan masif yang menyasar konsumen di berbagai belahan dunia.

  • Situs palsu sering meminta nomor telepon dan email sejak tahap awal dengan dalih 'cek ketersediaan' alih-alih langsung memungut pembayaran.
  • Kelompok kriminal mengeksploitasi kecenderungan para pembeli flagship yang bersedia mengeluarkan dana besar, membuat mereka lebih rentan membagikan data sensitif.
  • Indikasi bahaya muncul saat ada penawaran diskon non-resmi, pemesanan awal, atau prosedur verifikasi ketersediaan yang tidak wajar.

Olga menegaskan bahwa penyerahan data pribadi saat itu menjadi pintu masuk bagi kerugian finansial di kemudian hari. Bahkan jika tidak ada pembayaran langsung, skema ini berfungsi sebagai inisiasi penipuan lanjutan yang menargetkan kekayaan digital maupun materiil korban.

Meow! Tanya Nesi!
😸