Peringatan Sumpah Pemuda ke-98: Pemprov Jateng Dorong Aksi Nyata Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: Antara News & CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98: Pemprov Jateng Dorong Aksi Nyata Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
BAGIKAN:

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di tingkat Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Kabupaten Tegal pada Rabu (28/10) menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menggerakkan generasi muda turun langsung menangani persoalan masyarakat. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa semangat perjuangan kaum muda harus diwujudkan melalui langkah konkret, bukan sekadar retorika.

Fokus Mitigasi Bencana Musim Penghujan

Taj Yasin mendorong para pemuda mengambil peran sebagai garda terdepan dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seiring datangnya musim hujan. Ia mengharapkan kolaborasi erat antara elemen pemuda dengan jajaran pemerintahan, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya. Langkah-langkah praktis yang didorong mencakup pembersihan aliran sungai, penanaman kembali kawasan hutan, hingga peningkatan kapasitas serapan air di area permukiman warga.

  • Pemprov Jateng telah meluncurkan program Satu Rumah Satu Sumur Resapan (SOPAN) guna menjaga ketersediaan air dan menekan risiko genangan.
  • Masyarakat Kabupaten Semarang dilaporkan sudah merasakan manfaat sumur resapan tersebut saat menghadapi musim kemarau tanpa mengalami krisis air.
  • Penanganan di wilayah hilir turut dilakukan melalui normalisasi sungai dan pembangunan hybrid seawall.

Pesan Patriotisme dari Kementerian Pemuda dan Olahraga

Dalam kesempatan yang sama, Taj Yasin membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menitikberatkan pentingnya pembentukan karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati. Menurut pesan Menpora tersebut, nilai kepahlawanan tidak cukup hanya diucapkan, melainkan wajib dibuktikan lewat pengabdian nyata. Sikap gigih dibutuhkan untuk menaklukkan berbagai tantangan, sementara empati memastikan setiap kemajuan yang diraih memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Sambutan itu juga memuat penekanan bahwa patriotisme akan kehilangan esensinya apabila tidak disertai kepedulian sosial. Begitu pula kegigihan yang dijalankan tanpa nurani dinilai bakal kehilangan arah, dan sebuah kemajuan dianggap belum sejati jika mengabaikan aspek kemanusiaan.

Kebanggaan Pelajar di Lapangan Upacara

Suasana peringatan tersebut turut diwarnai antusiasme pelajar yang dipercaya menjalankan tugas penting. Rajasa, siswa SMA Negeri 1 Balapulang, mengaku merasa bahagia dan bangga karena terpilih sebagai bagian dari petugas pengibar bendera Merah Putih pada upacara tingkat provinsi ini. Bagi dirinya, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman personal yang sangat berkesan dalam merayakan tonggak sejarah persatuan pemuda.

Senada dengan Rajasa, Kevin yang bertugas sebagai pengerek bendera menyampaikan rasa syukurnya karena seluruh prosesi pengibaran berjalan lancar tanpa hambatan. Ia berharap momentum peringatan kali ini mampu memicu semangat rekan-rekan sebayanya untuk terus berjuang meraih cita-cita masing-masing.

Meow! Tanya Nesi!
😸