XLSMART Suntik Rp20 Triliun untuk Infrastruktur Jaringan, Tekan Konsumsi Energi hingga 40 Persen

Ekonomi & Pasar
Dian KusumaDian Kusuma
Sumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

XLSMART Suntik Rp20 Triliun untuk Infrastruktur Jaringan, Tekan Konsumsi Energi hingga 40 Persen
BAGIKAN:

Lonjakan kebutuhan konektivitas akibat pesatnya adopsi kecerdasan buatan memaksa operator telekomunikasi memutar otak menyeimbangkan ekspansi jaringan dengan penghematan daya. XLSMART merespons tekanan tersebut dengan mengerek panduan belanja modal tahun ini menjadi Rp20 triliun sekaligus menerapkan otomatisasi berbasis teknologi cerdas yang diklaim mampu memangkas konsumsi energi hingga 40 persen.

Alokasi Tambahan Belanja Modal dan Arah Investasi

Kenaikan panduan capitalized capex dari angka awal Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun pada 2026 difokuskan untuk memperkuat fondasi jaringan. Dana tambahan itu dialokasikan guna memperbanyak operasional BTS, mempercepat proses fiberisasi, memperluas jangkauan layanan 5G, serta memaksimalkan pemanfaatan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

  • Panduan belanja modal 2026 dinaikkan dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.
  • Fokus investasi mencakup penambahan BTS, fiberisasi, perluasan 5G, serta optimalisasi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
  • Penerapan AI copilot di Network Operations Center dan tim rekayasa lapangan.
  • Solusi X-Site digunakan untuk memantau suhu perangkat BTS dan mengontrol pendingin secara otomatis.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menegaskan bahwa masifnya penggunaan cloud dan layanan digital membuat permintaan konektivitas berkualitas terus menanjak. Ia menyatakan dalam ajang Media Gathering XLSMART di Jakarta pada Jumat (5/9) bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berpatokan pada jumlah menara atau luas cakupan, melainkan harus menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat maupun dunia usaha melalui penguatan jaringan bertahap sesuai kebutuhan tiap wilayah.

Teknologi Cerdas sebagai Kunci Efisiensi Daya

Mengoperasikan jaringan berskala besar menuntut pasokan listrik yang masif untuk BTS beserta perangkat pendukungnya, sementara volume trafik data berfluktuasi sepanjang hari. Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, perusahaan mengandalkan sistem yang mampu membaca pola lalu lintas data dan menyesuaikan alokasi sumber daya secara dinamis ketika kapasitas jaringan tidak terpakai penuh.

Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa integrasi teknologi cerdas berdampak langsung terhadap performa perusahaan, khususnya dalam menekan beban biaya listrik. Melalui berbagai inovasi yang dikembangkan, ia mengklaim perusahaan berhasil mereduksi konsumsi energi hingga 40 persen pada sejumlah sektor solusi, sekaligus mengoptimalkan investasi dan memangkas biaya operasional.

Pasca-merger XL Axiata dan Smartfren, langkah konsolidasi dan integrasi infrastruktur juga ditempuh agar jaringan yang ada dapat beroperasi lebih optimal. Strategi ini dinilai krusial mengingat kebutuhan layanan digital diproyeksikan terus membengkak seiring meluasnya penetrasi streaming, Internet of Things, 5G, dan komputasi awan, sehingga setiap penambahan kapasitas wajib diiringi pengelolaan sumber daya yang presisi.

Meow! Tanya Nesi!
😸