Pasokan Gas RI Dipangkas, Singapura Klaim Tarif Listrik Tetap Aman Berkat Cadangan LNG

Dunia
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Internasional & CNBC Indonesia
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Pasokan Gas RI Dipangkas, Singapura Klaim Tarif Listrik Tetap Aman Berkat Cadangan LNG
BAGIKAN:

Pemerintah Singapura memastikan tarif listrik bagi warganya tidak akan mengalami lonjakan dalam waktu dekat, meskipun Indonesia baru saja memutuskan memangkas volume ekspor gas alam ke negara tersebut. Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura, Tan See Leng, menyatakan bahwa kebijakan Jakarta itu hanya memengaruhi kurang dari dua persen total kebutuhan gas harian negaranya sehingga pasokan domestik masih tergolong aman.

Lapisan Pertahanan Energi dan Diversifikasi Sumber

Tan menjelaskan bahwa struktur harga listrik di Singapura lebih banyak ditentukan oleh pergerakan indeks energi global ketimbang fluktuasi pasokan dari satu negara mitra. Untuk mengantisipasi berbagai risiko gangguan rantai pasok, otoritas setempat telah menyiapkan beberapa langkah perlindungan berlapis. Berikut rincian strategi ketahanan energi yang diterapkan Singapura:

  • Mendiversifikasi sumber pemasok gas alam agar tidak bergantung pada satu jalur pipa tunggal.
  • Memelihara fasilitas cadangan gas alam cair (LNG) yang dapat diaktifkan sewaktu-waktu.
  • Menyiapkan Singapore GasCo untuk meningkatkan volume impor LNG secara cepat apabila dibutuhkan.

Pada tahun 2025, komposisi impor gas Singapura terbagi atas 43 persen gas alam melalui pipa dan 57 persen sisanya berupa LNG dari berbagai pemasok internasional. Selain mengandalkan gas, pemerintah setempat juga tengah menjajaki pemanfaatan bio metana, panas bumi, serta tenaga surya. Opsi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pun ikut dikaji sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang, kendati belum ada keputusan final yang diambil terkait proyek nuklir tersebut.

Alasan Pemangkasan Ekspor dari Indonesia

Di sisi lain, Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa langkah mengurangi aliran gas ke Singapura diambil demi mengamankan kebutuhan domestik yang sedang mendesak. Pemangkasan ini dipicu oleh adanya kegiatan pemeliharaan atau shutdown pada sejumlah fasilitas produksi gas, sekaligus menjadi upaya preventif pemerintah Indonesia dalam menghadapi potensi krisis energi berskala global.

Menanggapi keputusan Jakarta, Tan menyampaikan sikap pengertian dari pihak Singapura. Ia menilai hubungan diplomatik kedua negara tetap berada pada kondisi yang sangat baik hingga tingkat pemerintahan tertinggi. Menurutnya, wajar apabila Indonesia memprioritaskan pasokan dalam negerinya sendiri di tengah kendala operasional yang ada. Tan turut meminta warga Singapura untuk tidak panik dan melanjutkan aktivitas seperti biasa, mengingat negara tersebut pernah melewati situasi pengurangan pasokan serupa di masa lalu tanpa menimbulkan insiden berarti.

Meow! Tanya Nesi!
😸