Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Operasi Patuh Jaya 2026 Di Jakarta Timur Fokus Tilang Elektronik, Manual Dihapus

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara Metro
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Operasi Patuh Jaya 2026 Di Jakarta Timur Fokus Tilang Elektronik, Manual Dihapus
BAGIKAN:

Perubahan fundamental dalam sistem penegakan hukum lalu lintas diterapkan di wilayah Jakarta Timur melalui penghapusan total mekanisme tilang manual. Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur kini sepenuhnya mengandalkan rekaman dari kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai satu-satunya dasar penindakan pelanggaran selama gelaran Operasi Patuh Jaya 2026.

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur, Kompol Sunaryo, menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin serta memitigasi risiko kecelakaan di jalan raya. Penindakan bersifat ketat dan menyasar perilaku berkendara yang dinilai berisiko tinggi, bukan sekadar pelanggaran administratif ringan.

Sasaran Utama dan Fenomena Pelanggaran Baru

Beberapa kategori pelanggaran menjadi fokus utama operasi tersebut. Selain mengedepankan keselamatan, petugas juga menghadapi tantangan baru berupa modus evitasi teknologi.

  • Pelanggaran Prioritas: Pemakaian helm standar SNI, larangan melawan arus, wajib sabuk keselamatan, batas kecepatan, dan larangan knalpot brong.
  • Modus Evitasi ETLE: Sebagian pengendara ditemukan tidak memasang pelat nomor atau menutupi pelat nomor dengan sengaja untuk menghindari deteksi kamera otomatis.

Gerakan 14 Hari Libatkan Tiga Stakeholder

Operasi yang berlangsung selama 14 hari, dimulai pada 26 Oktober hingga 8 November, tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Kolaborasi melibatkan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memastikan dampak nyata terhadap kesadaran publik. Melalui mekanisme tilang elektronik yang kini menjadi satu-satunya jalur penindakan, para pelaku pelanggaran diharapkan lebih terdorong untuk mematuhi peraturan. Kompol Sunaryo mengimbau masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama demi menekan angka kecelakaan secara signifikan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸