Peretas Tembus Batas Ekosistem Apple, iOS 16 Berhasil Menyala di Ponsel Android

Teknologi
Kevin SanjayaKevin Sanjaya
Sumber: CNN Teknologi & CNBC Indonesia
Kevin Sanjaya
Kevin Sanjaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Peretas Tembus Batas Ekosistem Apple, iOS 16 Berhasil Menyala di Ponsel Android
BAGIKAN:

Sebuah pencapaian teknis yang belum pernah terjadi sebelumnya baru saja dicatatkan oleh komunitas peretas independen. Sistem operasi iOS milik Apple yang selama ini dikunci rapat hanya untuk perangkat iPhone, kini terbukti dapat menyala dan beroperasi pada sejumlah ponsel berbasis Android. Rekaman video yang memperlihatkan iOS 16 berjalan di perangkat Redmi Note 12 telah memicu perhatian luas dengan ditonton lebih dari 2 juta kali di platform X.

Eksperimen ios-sweet dan HackiOS Membongkar Dinding Ekosistem

Langkah terobosan ini didorong oleh proyek bernama ios-sweet yang merancang iOS 16 agar kompatibel dengan Redmi Note 10 Pro. Para pengembang memanfaatkan kernel XNU milik Apple yang bersifat sumber terbuka, lalu memodifikasinya supaya mampu berkomunikasi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 732G. Setelah inti sistem disesuaikan, mereka memasang berkas sistem asli iOS 16.7.16 yang diambil langsung dari iPhone X tanpa melakukan perubahan apa pun terhadap berkas tersebut.

Hasilnya, layar kunci, menu utama, Pusat Kontrol, hingga halaman Pengaturan berhasil tampil. Respons sentuhan layar dan tombol fisik juga berfungsi normal. Seluruh kode hasil kodingan ini dibagikan secara publik melalui GitHub. Di jalur terpisah, kelompok pengembang OOSexGang mengklaim proyek HackiOS mereka sukses menghidupkan iOS 16.5 di Poco X5 Pro dengan pendekatan berbeda, yakni memakai antarmuka UEFI kustom saat proses penyalaan awal. Mereka baru sebatas membagikan video demonstrasi yang menampilkan peramban Safari digunakan untuk mengunduh aplikasi Android dari APKMirror, meskipun berkas tersebut gagal dibuka layaknya perilaku standar iPhone.

  • Proyek ios-sweet menjalankan iOS 16.7.16 di Redmi Note 10 Pro menggunakan modifikasi kernel XNU pada chip Snapdragon 732G.
  • Fungsi dasar seperti layar sentuh dan navigasi menu berjalan, namun fitur konektivitas (Wi-Fi, Bluetooth, data seluler), audio, kamera, serta gestur keluar aplikasi belum berfungsi.
  • Ketiadaan dukungan GPU memaksa CPU menangani seluruh grafis dengan kecepatan terbatas pada 20-30 frame per second (fps).
  • Proyek HackiOS oleh OOSexGang diklaim berjalan di Poco X5 Pro menggunakan UEFI kustom, namun kode sumbernya belum dirilis ke publik.

Bukan untuk Penggunaan Harian

Meski terlihat menjanjikan, para pengembang menegaskan bahwa seluruh percobaan ini murni merupakan uji coba teknis. Instalasi sistem ini akan menghapus seluruh data pengguna dan menonaktifkan lapisan keamanan perangkat, sehingga tidak direkomendasikan untuk pemakaian sehari-hari. Kelompok OOSexGang menyatakan sedang dalam tahap penyempurnaan akhir dan berjanji akan merilis kode mereka secara gratis dan terbuka jika proses tersebut rampung.

Gelombang eksperimen lintas platform ini dinilai makin deras berkat bantuan kecerdasan buatan yang mempercepat proses penulisan maupun perbaikan kode. Perangkat lunak gratis seperti Reverse Engineer Anything (REA) memungkinkan AI bertindak sebagai asisten pemrograman untuk membongkar struktur kode secara mendalam. Selain itu, sebuah perusahaan keamanan siber juga dilaporkan baru saja mendemonstrasikan keberhasilan menembus keamanan iPhone 18 Pro untuk mendapatkan akses root yang bertahan meski perangkat dinyalakan ulang.

Secara historis, upaya sebaliknya sudah berlangsung jauh lebih awal. Proyek iDroid pada April 2010 berhasil menginstal Android di iPhone generasi pertama, disusul proyek Sandcastle satu dekade kemudian yang menjalankan Android 10 pada iPhone bertenaga chip A10. Keberhasilan terbaru menjalankan iOS di perangkat non-Apple membuka peluang baru bagi ekosistem teknologi. Ketika produsen umumnya mengunci perangkat keras bersama sistem operasinya dan menghentikan dukungan saat memasuki status usang atau End-of-Life (EOL), pendobrakan batasan semacam ini berpotensi membebaskan perangkat lawas maupun murah dari ketergantungan pada satu ekosistem tertutup.

Meow! Tanya Nesi!
😸