Nazar Aldi Taher dan Misteri Syuting di Hutan Angker untuk Film Horor Baru
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Kehadiran film horor terbaru MAWANG JANGAN SEBUT NAMANYA menandai upaya industri perfilman Indonesia menghidupkan kembali ketenaran Bangka Belitung di layar lebar, sebuah wilayah yang sebelumnya dikenal luas lewat LASKAR PELANGI. Berlatar urban legend lokal, karya sutradara Iqbal Rachman dan produser Arbi Leo ini dijadwalkan rilis di bioskop seluruh Indonesia pada 29 Oktober 2026, dengan gala premier yang telah dilaksanakan di Studio XXIV Epicentrum Kuningan pada Minggu (25/10/26). Kehadiran orang tua mendiang Vidi Aldiano serta pasangan Harry Kiss dan Besbarini dalam acara tersebut menjadi momen emosional, di mana Aldi Taher secara terbuka melontarkan janji pribadi terkait kelanjutan proyek filmnya.
Proses Produksi di Lokasi Terpencil
Untuk menjaga keaslian atmosfer cerita, tim produksi memilih lokasi hutan sungguhan yang dianggap angker, dengan riset lapangan berlangsung selama 2-3 bulan. Proses pengambilan gambar total menghabiskan 16 hari kerja, terbagi dalam dua sesi yakni 9 hari pertama dan tambahan 7 hari. Kondisi geografis yang terpencil memaksa kru beradaptasi dengan keterbatasan infrastruktur; mereka harus membangun dapur sendiri karena jarak ke pasar sangat jauh, serta mengatasi ketiadaan listrik dan sinyal ponsel selama masa syuting. Sutradara Iqbal Rachman menegaskan pendekatan budaya yang dibungkus horor dengan melibatkan tetua adat untuk ritual perlindungan demi menghindari marabahaya.
Kisah Mistis dan Dinamika di Lokasi
Aldi Taher, yang memerankan karakter Lingga, melaporkan perubahan perilaku yang tidak biasa selama di lokasi syuting. Sifatnya yang dikenal periang dan santai berubah menjadi mudah marah dan sering terlibat perdebatan di set. "Ada sesuatu yang bikin aneh. Bawaannya jadi pengen debat melulu," ujar Aldi, mengaitkan pengalaman tersebut dengan suasana mistis di hutan alami. Cerita film sendiri berakar pada konflik di Bangka tahun 1981 antara kakak beradik yang memperebutkan Mawang, makhluk berbulu besar yang dikurung dalam kotak keramat. Bertahun-tahun kemudian, yaitu pada 2011 di Bogor dan Pulau Bangka, mahasiswa IPB bernama Lingga secara tak sengaja membebaskan Mawang tersebut ketika temannya membuka kotak keramat yang terkubur 30 tahun, memicu teror di perkampungan sekitar.
- Nazar publik: Jika film menembus 500 ribu penonton, Aldi Taher berkomitmen memproduksi BISIKAN JENAZAH 2 sebagai janji kepada almarhum Vidi Aldiano.
- Dukungan: Harry Kiss menyatakan harapan agar Aldi Taher dirujaki rezeki melimpah dan film tersebut menjadi booming.
- Struktur Cerita: Menggabungkan elemen legenda urban Bangka dengan plot masa kini yang melibatkan kelompok peneliti pohon pelawan.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

Ashanty Bangga Arsy Ikut MUN 2026, Warisi Bakat Diplomasi Mendiang Kakek
