Cakupan Imunisasi MR dan HPV di DKI Jakarta Diakselerasi Menuju Target 90 Persen
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperketat upaya peningkatan partisipasi vaksin bagi siswa sekolah dasar guna menutup kesenjangan hingga mencapai target cakupan ideal 90 persen. Berdasarkan data terbaru, capaian imunisasi Measles Rubella (MR) dan Human Papillomavirus (HPV) masih berada sedikit di bawah garis ambang tersebut, sehingga memicu langkah strategis untuk mengidentifikasi siswa yang belum mendapatkan dosis.
Gap Data dan Langkah Tindak Lanjut
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Sri Puji Wahyuni, merujuk pada data program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Agustus 2026 yang menunjukkan angka spesifik untuk dua jenis vaksin prioritas. Capaian vaksin MR untuk siswa kelas 1 SD tercatat sebesar 88,98 persen dengan 124.035 anak yang telah diimunisasi, sementara vaksin HPV untuk kelas 5 SD mencapai 89,02 persen dari total 59.230 anak. Untuk mengejar defisit persentase ini, arahan telah diberikan kepada Suku Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar melacak hasil capaian hingga unit terkecil wilayah, sehingga target yang belum tersentuh bisa diidentifikasi secara presisi.
- Fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) jejaring diminta mempercepat penyebaran informasi kepada orang tua guna mendongkrak partisipasi.
- Imunisasi Diphtheria Tetanus (DT) dan Tetanus Diphtheria (Td) dijadwalkan pelaksanaannya pada November 2026, sehingga datanya belum tersedia saat ini.
Dukungan Ilmiah dan Koordinasi Multi-Pihak
Dukungan teknis tidak hanya datang dari eksekutif daerah, tetapi juga dari asosiasi profesi medis. dr. Tuty Herawati, Sp.A(K), dari Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang DKI Jakarta, menegaskan komitmen pendampingan keilmuan untuk memastikan kualitas pelaksanaan BIAS. Ia menyoroti peran krusial guru dan tim Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam proses pendataan, pendampingan saat vaksinasi, serta pemantauan pasca-pemberian vaksin. Dalam skema koordinasi ini, pemerintah daerah memegang tanggung jawab untuk menjamin keberlangsungan program, sementara sinergi antara guru, orang tua, dan tenaga kesehatan menjadi kunci utama untuk mengoptimalkan hasil akhir di lapangan.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Wali Kota Jakut Dorong Pembiasaan Kerja Bakti untuk Cegah Banjir

Kepulauan Seribu Mendorong Wisata Bebas Sampah lewat Ekosistem Bahari dan Ekonomi Sirkular

200 Warga Pondok Bambu Ikuti Sosialisasi Jemput Bola Perlindungan Sosial dan Desil
