9 Pesawat Kloter OMC Dikerahkan Masif Padamkan Karhutla di Kalteng, Kalsel, dan Sumsel

Teknologi
Kevin SanjayaKevin Sanjaya
Sumber: CNN Teknologi
Kevin Sanjaya
Kevin Sanjaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

9 Pesawat Kloter OMC Dikerahkan Masif Padamkan Karhutla di Kalteng, Kalsel, dan Sumsel
BAGIKAN:

Skala operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia diperbesar secara signifikan dengan pengoperasian sembilan pesawat khusus di wilayah Kalimantan dan enam pesawat di Sumatra Selatan. Langkah masif ini diambil setelah Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan bahwa pekan ini ditargetkan menjadi periode basah untuk menekan potensi kebakaran di dua provinsi yang masih memiliki tingkat insiden tinggi. Perintah pengerahan sumber daya ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo serta Menko PMK Sugiyono, yang melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan badan negara.

Strategi Kombinasi Bahan Kimia dan Pemetaan Risiko Wilayah

Metoda teknis yang diimplementasikan dalam operasi masif ini mengombinasikan pembubuhan dry ice dan natrium klorida (NaCl) atau garam menggunakan pesawat Hercules CN-295 dan armada lainnya milik TNI. Selain upaya pemadaman, BMKG juga menerima mandat dari Panglima TNI, KASAD, dan Kepala BNPB untuk memetakan potensi area terbakar hingga tingkat kecamatan. Data pemetaan risiko dengan klasifikasi dari sangat tinggi hingga tinggi sudah disiapkan secara mingguan hingga akhir November untuk memastikan penanganan yang lebih terarah.

  • Prediksi cuaca menunjukkan potensi pertumbuhan awan tinggi di Kalimantan Tengah mulai 26/10 hingga lima hari berikutnya.
  • Sumatra Selatan diprediksi memiliki potensi pertumbuhan awan tinggi mulai 27/10 hingga lima hari ke depan.
  • Operasi melibatkan sembilan pesawat di Kalimantan Tengah dan Selatan, serta enam pesawat di Sumatra Selatan.
  • Bidang teknis dari masing-masing institusi masih berkoordinasi untuk mengklarifikasi dan menyamakan data mengenai total luasan lahan yang terbakar.

Faisal menambahkan bahwa meskipun potensi hujan meningkat, tantangan utamanya masih terletak pada wilayah-wilayah yang tingkat kebakarannya belum mereda. Ia menegaskan komitmen lembaganya untuk bekerja keras memadamkan api semaksimal mungkin di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Namun, terkait angka pasti luasan lahan yang hangus, Faisal merujuk pada prosedur validasi data yang sedang dilakukan oleh tim teknis bersama BNPB.

Meow! Tanya Nesi!
😸