Ribuan Warga Israel Demo di Tel Aviv Tuntut Komisi Penyelidikan Independen Jelang Pemilu

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ribuan Warga Israel Demo di Tel Aviv Tuntut Komisi Penyelidikan Independen Jelang Pemilu
BAGIKAN:

Ribuan warga Israel memadati Hostages Square di Tel Aviv pada Sabtu (24/10) untuk menuntut pembentukan komisi penyelidikan negara yang independen terkait kegagalan keamanan menjelang serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Aksi unjuk rasa ini berlangsung hanya tiga hari sebelum pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada Selasa (27/10).

Demonstrasi tersebut diinisiasi oleh Dewan Oktober, kelompok yang dibentuk oleh keluarga para sandera yang dibawa ke Gaza saat serangan terjadi. Menurut keterangan kelompok itu melalui media sosial X seperti dikutip Al Jazeera pada Minggu (25/10), acara puncak tersebut menandai tiga tahun perjuangan mereka untuk mengungkap kebenaran dan menuntut pertanggungjawaban pejabat yang dinilai bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Massa dilaporkan bergerak dari Rabin Square menuju Hostages Square. Aksi serupa juga digelar di sejumlah wilayah lain di Israel. Beberapa tokoh oposisi turut hadir, termasuk Gadi Eisenkot dari Partai Yashar yang menjadi pesaing utama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari kubu kanan-tengah. Kedatangan Eisenkot disambut seruan massa yang meneriakkan dukungannya sebagai calon perdana menteri berikutnya. Pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan, serta pengacara Dan Adin yang membagikan suasana demonstrasi melalui platform X, juga tercatat mengikuti aksi tersebut.

Tuntutan pembentukan komisi independen ini ditolak oleh pemerintahan koalisi Netanyahu. Sebagai gantinya, pemerintah mengusulkan skema komisi dengan mekanisme penunjukan politik, di mana separuh anggota dipilih oleh pemerintah dan sisanya oleh anggota parlemen dari kubu oposisi. Para pemimpin oposisi menolak usulan tersebut dan menyatakan akan memboikot komisi yang dibentuk melalui jalur politik.

Menjelang demonstrasi, Dewan Oktober mengirimkan surat peringatan kepada Komisaris Polisi Israel mengenai dugaan upaya provokasi dari pihak-pihak yang terkait dengan koalisi pemerintah untuk mengganggu jalannya aksi protes.

Pemilu pada Selasa (27/10) merupakan pemilihan umum pertama sejak perang di Jalur Gaza dimulai. Berdasarkan jajak pendapat, blok sayap kanan pimpinan Netanyahu bersaing ketat dengan blok yang dipimpin Eisenkot, meskipun kedua kubu diperkirakan belum mampu meraih mayoritas kursi di parlemen. Hasil pemilu ini juga berpotensi memengaruhi arah kebijakan militer Israel terhadap Iran, mengingat Eisenkot dinilai lebih enggan melanjutkan serangan militer terhadap Teheran apabila terpilih menjadi perdana menteri.

Meow! Tanya Nesi!
😸