Panduan Menghilangkan Kutil: Perawatan Rumah dengan Asam Salisilat hingga Tindakan Medis
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Kutil muncul akibat infeksi virus HPV di lapisan atas kulit. Menurut American Academy of Dermatology, pengobatan kutil bertujuan merusak jaringan yang terinfeksi tersebut, baik melalui perawatan mandiri di rumah maupun tindakan medis oleh dokter kulit. Hasilnya tidak instan dan membutuhkan konsistensi selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.
Untuk kutil berukuran kecil, langkah awal yang paling umum disarankan adalah penggunaan asam salisilat. Obat bebas ini tersedia dalam bentuk cairan, gel, salep, atau plester. Dilansir dari NBC News, dokter kulit Camp menjelaskan bahwa kadar asam salisilat untuk kutil lebih tinggi dibandingkan produk jerawat. Cara pakainya dimulai dengan merendam kutil dalam air hangat sekitar 5 menit agar lunak, mengikis lapisan atasnya pelan-pelan menggunakan batu apung atau kikir sekali pakai, lalu mengoleskan obat hanya pada area kutil sebelum ditutup plester. Proses ini diulang setiap hari, sementara pengikisan cukup dilakukan beberapa hari sekali.
Metode rumahan lain yang kerap direkomendasikan adalah penutupan kutil menggunakan lakban. Cleveland Clinic mencatat bahwa kombinasi amplas dan lakban memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi dibanding pengobatan rumahan lainnya. Berdasarkan panduan George Washington University, lakban ditempelkan menutupi kutil selama 24 jam sehari untuk menjaga kelembapan kulit. Saat diganti, kutil direndam hingga lunak lalu digosok perlahan. Siklus ini bisa berlangsung hingga dua bulan. Namun, metode ini harus dihentikan jika kulit menjadi merah, bengkak, atau lecet akibat perekat.
Penderita diabetes sebaiknya tidak mengobati kutil sendiri karena luka di kulit, terutama pada kaki, lebih sulit sembuh. Selain itu, asam salisilat tidak boleh dioleskan di wajah, area lipatan, atau kelamin.
Apabila perawatan mandiri tidak menunjukkan perbaikan setelah sekitar 12 minggu, dokter kulit dapat melakukan tindakan medis. Seperti diberitakan HuffPost, dokter kulit Blair Murphy-Rose menyatakan bahwa prosedur di klinik umumnya lebih efektif daripada produk rumahan. Pilihan tindakan meliputi krioterapi menggunakan nitrogen cair untuk membekukan kutil, pengolesan kantaridin yang memicu lepuhan, elektrokauter dan kuretase dengan bius lokal, terapi laser, suntikan imunoterapi, hingga eksisi bedah untuk kasus tertentu.
Karena virus HPV mudah menular lewat sentuhan langsung maupun benda bersama, pencegahan penyebaran menjadi bagian penting dari penanganan. Para dokter kulit menyarankan agar penderita tidak mengorek kutil, menggunakan alat perawatan seperti batu apung secara terpisah dari bagian tubuh lain, selalu mencuci tangan setelah menyentuh kutil, memakai sandal di lantai basah tempat umum, serta menjaga kaki tetap kering. Bahan alami seperti pasta gigi, cuka apel, atau bawang putih belum terbukti secara medis dan justru berisiko menyebabkan iritasi kulit.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

Ashanty Bangga Arsy Ikut MUN 2026, Warisi Bakat Diplomasi Mendiang Kakek
