Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Terdampak Gempa M 7,0 di Tibet yang Tewaskan 16 Orang

Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban jiwa maupun luka akibat gempa bermagnitudo 7,0 yang mengguncang Prefektur Nagqu, Tibet, China, pada Kamis (22/10). Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa Kedutaan Besar RI di Beijing terus memantau situasi keamanan pascagempa tersebut.
Berdasarkan keterangan otoritas setempat yang disampaikan Heni pada Jumat (23/10), gempa tersebut telah menewaskan 16 orang dan melukai 46 orang. Kerusakan material sementara mencakup robohnya 339 rumah dan 20 kandang ternak. Namun, catatan KBRI Beijing menunjukkan belum ada laporan WNI yang terdampak bencana ini.
Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berkedalaman 10 kilometer itu berpusat di Kecamatan Maru, Kabupaten Baqen, Tibet. Wakil Kepala Kecamatan Maru, Lhawang Dagpo, menyebutkan guncangan terasa jelas hingga menyebabkan retakan pada dinding kantor kecamatan. Layanan listrik dan telekomunikasi di pusat pemerintahan kabupaten juga dilaporkan mengalami gangguan.
Pemerintah setempat telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi tingkat II di wilayah terdampak, sebagaimana dilaporkan Xinhua. Lebih dari 1.600 personel pencarian, penyelamatan, dan penanganan korban telah dikerahkan bersama penyaluran bantuan logistik ke lokasi bencana.
KBRI Beijing telah menyebarkan informasi dan imbauan keamanan kepada seluruh WNI di wilayah akreditasinya melalui layanan Hotline di Weixin (Wechat). WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi nomor +86-186-1045-5488 melalui aplikasi tersebut.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Hasil Pemilu Israel: Survei Ditolak, Partai Arab Dipertanyakan Asing

Suhu Politik Global Memanas: Iran Siaga, Sorotan Dampak Pemilu Israel-AS dan Isu Elektoral India

Politikus Demokrat Dukung Kandidat Republik, Perebutan Kursi Senat AS Semakin Sengit
