Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kelurahan Cakung Barat Pasang 43 Titik Biopori Jumbo untuk Kelola Sampah Organik

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kelurahan Cakung Barat Pasang 43 Titik Biopori Jumbo untuk Kelola Sampah Organik
BAGIKAN:

Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur, telah memasang tong biopori jumbo di 43 titik yang tersebar di enam wilayah rukun warga (RW), yakni RW 01, RW 02, RW 03, RW 07, RW 08, dan RW 10. Pemasangan fasilitas ini difokuskan di kawasan Jalan Komarudin sebagai upaya mengelola sampah organik langsung dari lingkungan permukiman.

Lurah Cakung Barat Yasir Habib Putra menjelaskan bahwa pengerjaan puluhan titik tersebut dilakukan oleh Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) kelurahan setempat. Menurut keterangan Yasir pada Sabtu, jumlah lubang resapan berukuran besar ini akan terus ditambah secara bertahap dan diperluas ke wilayah lain di dalam cakupan Kelurahan Cakung Barat.

Keberadaan biopori jumbo ditujukan agar warga dapat memilah dan memasukkan sampah rumah tangga serta dedaunan kering ke dalamnya untuk diuraikan menjadi kompos alami. Selain fungsi pengolahan limbah, struktur ini juga dirancang untuk membantu proses peresapan air hujan ke dalam tanah.

Langkah di tingkat kelurahan ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Jakarta Timur yang sebelumnya telah mengandalkan kombinasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), komposter, dan biopori. Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan pada Rabu (10/6) bahwa pengembangan metode-metode tersebut diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang untuk menekan volume timbulan sampah yang selama ini bergantung pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Pengelolaan sampah organik menjadi prioritas karena sebagian besar limbah rumah tangga terdiri atas sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan dedaunan. Apabila tidak diolah sejak dari sumbernya, volume kiriman sampah ke TPST Bantargebang diperkirakan akan terus meningkat. Upaya pengurangan ini juga menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Timbulan Sampah yang dijalankan pemerintah kota.

Meow! Tanya Nesi!
😸