PACK Siapkan Rights Issue Rp8,19 Triliun untuk Akuisisi Dua Perusahaan Nikel

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

PACK Siapkan Rights Issue Rp8,19 Triliun untuk Akuisisi Dua Perusahaan Nikel
BAGIKAN:

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Haji Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, berencana menghimpun dana hingga US$463 juta atau sekitar Rp8,19 triliun melalui rights issue. Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Rabu (22/10), dana tersebut akan dialokasikan untuk mengakuisisi dua perusahaan di sektor pertambangan nikel.

Menurut keterangan manajemen PACK, perseroan akan menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Nilai maksimal penerbitan ini setara Rp8,196 triliun dengan asumsi kurs Rp17.703 per dolar AS per Agustus 2026. Rencana aksi korporasi ini masih memerlukan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 November 2026 serta pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk membeli seluruh saham dua perusahaan nikel. Pertama, PACK melalui anak usahanya, PT Daya Unggul Raya dan PT Gemilang Padma Raya, berencana mengambil alih 100 persen saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) senilai US$79 juta atau sekitar Rp1,40 triliun. Bumanik memiliki konsesi tambang bijih nikel seluas 4.778 hektare di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya mencapai 26,40 persen dari ekuitas konsolidasi PACK per 31 Agustus 2026. Penilaian oleh KJPP Kusnanto & Rekan menyatakan nilai pasar saham Bumanik mencapai Rp1,439 triliun dan transaksi pembelian tersebut dinilai wajar.

Kedua, PACK berencana membeli 100 persen saham Denway Development Limited (DDL) dari Hanking (Indonesia) Mining Limited senilai US$324 juta atau sekitar Rp5,74 triliun. Perseroan menyebutkan bahwa akuisisi DDL merupakan transaksi material sekaligus transaksi afiliasi, mengingat adanya kesamaan pengendali akhir antara pihak penjual dan PACK saat RUPSLB nanti berlangsung.

Untuk memastikan penyerapan saham baru, pemegang saham pengendali PACK, PT Eco Energi Perkasa, menyatakan komitmennya sebagai pembeli siaga (standby buyer). Berdasarkan data kepemilikan per 30 September 2026, Eco Energi Perkasa menguasai 38,51 persen saham PACK dan menjamin pembelian saham yang tidak diambil pemegang saham lain dengan nilai maksimal US$418 juta atau sekitar Rp7,40 triliun. Sementara itu, Haji Isam tercatat memegang 20,05 persen saham atau setara 6.836.867.700 lembar saham, berstatus sebagai pemegang saham minoritas signifikan dan bukan pengendali. Masyarakat serta pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5 persen menguasai 41,44 persen.

Perseroan mengingatkan bahwa aksi korporasi ini membawa risiko dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Menurut perkiraan PACK, persentase kepemilikan pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD dapat menyusut hingga sekitar 74,6 persen. Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, juga akan dialokasikan untuk pelunasan pinjaman serta modal kerja perseroan dan entitas anak guna memperkuat struktur permodalan.

Sejalan dengan ekspansi ke bisnis nikel, PACK mengusulkan penambahan dua kode KBLI yang akan dimintakan persetujuannya pada RUPSLB 30 November 2026. KBLI 46721 ditujukan untuk perdagangan besar bijih dan konsentrat logam, sementara KBLI 70209 memungkinkan perseroan memberikan jasa konsultasi manajemen kepada anak usaha, mencakup perencanaan strategis, keuangan, perencanaan tambang, kepatuhan, dan pengadaan agar pengelolaan dapat dilakukan secara terpusat.

Meow! Tanya Nesi!
😸