Gus Irfan Akui Angkat Dua Anaknya Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj, Sebut Awalnya Bantu Tanpa Gaji

Politik
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gus Irfan Akui Angkat Dua Anaknya Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj, Sebut Awalnya Bantu Tanpa Gaji
BAGIKAN:

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengakui telah mengangkat dua anaknya, Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad, sebagai tenaga ahli di kementerian yang dipimpinnya. Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang pengangkatan tenaga ahli.

Gus Irfan menjelaskan bahwa penunjukan itu berawal dari proses pembentukan Badan Penyelenggara (BP) Haji pada akhir 2024. Menurut keterangannya di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, DIY, Jumat (23/10), saat itu ia dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak belum memiliki staf maupun fasilitas kerja. Ia mengklaim anak-anaknya bersama sejumlah santri secara sukarela membantu pembentukan BP Haji tanpa menerima gaji selama tiga hingga empat bulan. Setelah proses tersebut berjalan, sebagian dari mereka ditarik menjadi tenaga ahli, sementara sisanya kembali ke aktivitas semula.

Gus Irfan menyatakan bahwa jumlah tenaga ahli yang direkrut masih berada di bawah batas maksimal yang diizinkan aturan. Menurutnya, sebagai menteri ia memiliki hak menetapkan tiga staf khusus dan lima tenaga ahli, namun hanya mengambil satu staf khusus dan empat tenaga ahli.

Pengangkatan tersebut dikaitkan dengan kondisi Kementerian Haji dan Umrah yang tengah menghadapi kekurangan pegawai signifikan. Berdasarkan analisis jabatan pada 2026, kementerian ini membutuhkan 7 ribu pegawai, tetapi baru memiliki sekitar 3.200 personel atau kurang dari 50 persen kebutuhan. Kekurangan ini disebut terjadi merata hingga ke tingkat daerah, termasuk tujuh Kantor Kementerian Haji tingkat kabupaten di Jawa Timur yang terpaksa merangkap kepemimpinan.

Untuk menutup celah tersebut, kementerian mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk tenaga alih daya (outsourcing). Gus Irfan menegaskan penggunaan tenaga non-ASN bersifat sementara. Kementerian juga terus membuka pendaftaran serta menggelar pembekalan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpindah dari kementerian lain maupun pemerintah daerah. Ia menyebut tenaga outsourcing akan dikembalikan secara bertahap setelah kebutuhan pegawai terpenuhi secara permanen.

Meow! Tanya Nesi!
😸