DKI Jakarta Bangun Saluran Bawah Tanah Rp90 Miliar untuk Tertibkan Kabel Udara

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk membangun Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di sejumlah ruas jalan ibu kota. Pembangunan saluran utilitas bawah tanah atau ducting ini bertujuan memindahkan jaringan kabel udara yang selama ini terpasang semrawut.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menjelaskan bahwa Dinas Bina Marga DKI Jakarta sedang melaksanakan pembangunan tersebut. Menurut keterangan Syafrin, penataan kabel udara menjadi salah satu program prioritas pemerintah provinsi karena kondisi kabel yang tidak tertata berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan lingkungan.
Syafrin menyebut langkah pemindahan ke bawah tanah diharapkan dapat menekan risiko kebakaran akibat ketidakteraturan kabel, khususnya kabel listrik. Penataan ini juga mendapat perhatian khusus di sejumlah kawasan Jakarta Selatan yang masih memiliki jaringan kabel udara yang terlihat semrawut.
Berdasarkan data Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, penertiban kabel udara jaringan utilitas telah dilakukan di lima titik dari total 20 titik yang direncanakan selesai hingga akhir tahun 2026. Target penyelesaian tersebut merupakan bagian dari upaya memperindah tata kota di Jakarta.
Pembangunan SJUT mencakup beberapa lokasi strategis, antara lain Jalan MT Haryono, Gatot Subroto, Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, dan Jatinegara. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan keseluruhan pembangunan SJUT ini dapat rampung dalam lima tahun ke depan.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Kapolda Metro Tekankan Penataan Lingkungan sebagai Kunci Akar Permasalahan Narkoba di Kampung Muara Bahari

Pendekatan Humanis: Polda Metro Bagi Makan ke Peserta Apel Solidaritas Palestina di Monas

Fraksi PKS Desak Tinjauan Ulang Konser Andrea Bocelli di DKI, Soroti Isu Palestina dan Transparansi APBD
