⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Rp1 Miliar pada Kuartal III 2026, Didorong Segmen Gaming dan Mitra

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Rp1 Miliar pada Kuartal III 2026, Didorong Segmen Gaming dan Mitra
BAGIKAN:

PT BUKALAPAK.COM Tbk (IDX: BUKA) membukukan pendapatan sebesar Rp1,6 triliun pada kuartal ketiga 2026 (3Q26), sejajar dengan capaian periode yang sama tahun sebelumnya. Namun secara kumulatif sembilan bulan pertama 2026 (9M26), total pendapatan perseroan mencapai Rp5,6 triliun atau naik 19% dibandingkan Rp4,7 triliun pada 9M25. Berdasarkan data laporan keuangan yang dirilis perusahaan, laba kotor kuartalan turut meningkat menjadi Rp158 miliar dari posisi Rp123 miliar pada 3Q25.

Pencapaian utama Bukalapak pada periode ini adalah raihan Adjusted EBITDA positif sebesar Rp1 miliar pada 3Q26, membaik dari defisit Rp18 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu. Tren positif ini telah berlangsung sejak awal tahun, sehingga secara kumulatif sepanjang 9M26 nilai Adjusted EBITDA tercatat Rp11 miliar. Angka tersebut berbalik arah dari posisi negatif Rp53 miliar pada 9M25, menandakan adanya perbaikan sebesar Rp64 miliar dalam struktur profitabilitas operasional perusahaan.

Kinerja segmen Gaming menjadi penyumbang terbesar bagi stabilitas pendapatan Bukalapak. Melalui platform seperti Itemku dan Lapakgaming, segmen ini mencetak pendapatan Rp1,4 triliun pada 3Q26. Secara kumulatif selama 9M26, pendapatan segmen Gaming tumbuh 27% menjadi Rp4,9 triliun dari sebelumnya Rp3,9 triliun, didorong oleh ekspansi ke pasar internasional. Laba kotor segmen ini juga melonjak dari Rp144 miliar pada 9M25 menjadi Rp193 miliar pada 9M26.

Sementara itu, segmen Mitra Bukalapak yang melayani UMKM menunjukkan dinamika berbeda. Pendapatan kuartalan mitra turun 6% menjadi Rp160 miliar, sedangkan secara kumulatif anjlok 21% menjadi Rp487 miliar. Penurunan nominal ini terjadi seiring peralihan model bisnis dari first-party (1P) ke third-party (3P). Meski demikian, strategi fokus pada produk bermargin lebih tinggi berhasil mendorong kenaikan laba kotor kuartalan dari Rp36 miliar menjadi Rp42 miliar, serta membawa Adjusted EBITDA Mitra berbalik positif menjadi Rp5 miliar pada 3Q26.

Dua segmen lainnya, yakni Investment dan Retail, memperlihatkan pergerakan yang bervariasi. Segmen Investment melalui BMoney mencatat lonjakan pendapatan kuartalan sebesar 34% menjadi Rp24 miliar, ditopang aktivitas transaksi investor high-net-worth. Di sisi lain, segmen Retail membukukan kenaikan pendapatan tipis 6% menjadi Rp70 miliar pada 3Q26, meskipun secara kumulatif sembilan bulan justru menurun 8% menjadi Rp209 miliar.

Direktur PT BUKALAPAK.COM Tbk Victor Putra Lesmana menyatakan bahwa pencapaian Adjusted EBITDA positif di tengah tantangan ekonomi global merupakan hasil dari transformasi bisnis, peningkatan operasional, dan disiplin biaya yang dijalankan perseroan.

Hingga akhir September 2026, Bukalapak melaporkan kepemilikan kas, setara kas, dan investasi likuid senilai Rp16,8 triliun. Posisi likuiditas tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan produk dan penetrasi pasar pada berbagai lini usahanya ke depan.

Meow! Tanya Nesi!
😸