PBB Peringatkan Penggunaan AI Militer Berisiko Hilangkan Kendali Manusia atas Keputusan Menyerang

Teknologi
Reza AdityaReza Aditya
Sumber: CNN Teknologi
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

PBB Peringatkan Penggunaan AI Militer Berisiko Hilangkan Kendali Manusia atas Keputusan Menyerang
BAGIKAN:

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa penerapan kecerdasan buatan (AI) di sektor militer berisiko menggeser peran manusia dalam penilaian dan pengambilan keputusan, yang pada akhirnya dapat memperburuk kondisi perang. Peringatan ini disampaikan oleh United Nations Institute for Disarmament Research (UNIDIR).

Menurut keterangan UNIDIR, teknologi AI saat ini mulai banyak dimanfaatkan untuk tugas-tugas teknis militer. Penggunaannya mencakup analisis intelijen, identifikasi target, pengoperasian drone, hingga perancangan serangan siber. Kemampuan ini secara signifikan meningkatkan kecepatan operasi penyerangan.

Namun, peningkatan kecepatan tersebut membawa potensi risiko kesalahan serta eskalasi konflik yang tidak disengaja. Direktur UNIDIR Robin Geiss mempertanyakan kelayakan moral jika mesin dibiarkan menargetkan dan membunuh manusia. Pernyataan tersebut ia sampaikan di Markas Besar PBB pada Selasa (20/10), sebagaimana dikutip dari laman berita PBB.

Robin menjelaskan bahwa hilangnya peran manusia dalam menilai serangan dan respons secara bijak berpotensi menimbulkan berbagai kerugian, termasuk dalam konteks senjata nuklir. Sekretaris Jenderal PBB disebut telah berulang kali menyerukan perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap AI militer serta sistem senjata otonom yang mematikan agar penggunaannya tidak melampaui batas moral manusia.

Sebagai langkah konkret mengatasi risiko tersebut, Centre of Excellence on AI, Peace and Security yang berada di bawah UNIDIR telah membentuk sebuah forum berisi pemangku kepentingan. Forum ini akan membahas pengembangan kerangka kerja bagi pelaku industri sebagai pedoman dalam mendesain alat militer berbasis AI secara lebih bertanggung jawab.

Selain kerangka kerja, forum tersebut juga akan menyusun leksikon atau kamus istilah keamanan AI. Langkah ini bertujuan mengklarifikasi konsep-konsep seperti otonomi, keselamatan, dan keamanan guna menghindari ambiguitas komunikasi antarpihak. Forum itu juga akan fokus pada upaya mencegah penyalahgunaan AI oleh kelompok bersenjata non-negara untuk mendukung perencanaan operasional, pelaksanaan, maupun logistik mereka.

Meow! Tanya Nesi!
😸