Nicholas Saputra Soroti Dampak Karhutla dan Longsor, BNPB Catat 1.481 Hektare Lahan Masih Terbakar
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Aktor Nicholas Saputra menyoroti dampak bencana ekologis yang masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga sisa kerusakan akibat banjir bandang dan longsor di Sumatra. Melalui unggahan Instagram pada Kamis (22/10), ia membagikan dokumentasi kondisi lapangan untuk memperlihatkan gangguan langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak yang harus menghirup kabut asap selama berbulan-bulan.
Salah satu foto yang dibagikan diambil di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, pada 18 Agustus 2026. Dalam gambar tersebut, kepulan asap tebal tampak membubung di balik pepohonan dekat area apron bandara saat petugas mengoperasikan kendaraan pengangkut bagasi. Menurut keterangan Nicholas, kebakaran lahan terjadi sangat dekat dengan bandara dan asapnya sudah menyelimuti udara sejak sebulan sebelum foto itu diambil.
Selain karhutla, pemeran film Ada Apa dengan Cinta ini juga mengangkat kondisi pascabencana di Tange Besi, Aceh, melalui foto yang diambil pada 9 Januari 2026. Dokumentasi tersebut menunjukkan tebing tanah terkikis dengan dinding curam nyaris tanpa vegetasi, lebih dari sebulan setelah banjir bandang dan longsor melanda tiga provinsi di Sumatra. Sebuah jalan sempit di tengah tebing hanya cukup dilintasi truk kecil dan sepeda motor, menggambarkan besarnya skala kerusakan lereng.
Nicholas menilai kedua peristiwa tersebut merupakan bencana ekologis yang sebenarnya dapat dimitigasi. Ia menyatakan bahwa alam dan ilmu pengetahuan telah memberikan peringatan, namun sering kali diabaikan oleh pihak-pihak terkait. Menurutnya, hingga saat ini Aceh belum sepenuhnya pulih, sementara karhutla masih terus terjadi di Kalimantan, Sumatra, Papua, dan wilayah lain di Indonesia.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu (21/10) mencatat sekitar 1.481 hektare lahan masih terbakar di berbagai wilayah. Kalimantan Tengah menjadi daerah dengan luas area terbakar terbesar, yakni lebih dari 321 hektare, dari total enam provinsi prioritas penanganan karhutla yang meliputi Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau.
Di luar enam provinsi prioritas tersebut, BNPB mencatat karhutla mencakup luas lebih dari 1.044 hektare. Dari jumlah itu, sebanyak 44 hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan sekitar 1.000 hektare sisanya masih belum padam.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

Ashanty Bangga Arsy Ikut MUN 2026, Warisi Bakat Diplomasi Mendiang Kakek

8 Kalimat yang Dihindari Orang Berempati Tinggi saat Marah untuk Menjaga Hubungan
