Kemlu RI Tegaskan Serius Tangani Karhutla Jelang Malaysia Bawa Isu Kabut Asap ke ASEAN
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan pemerintah Indonesia serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas batas. Sikap ini disampaikan menanggapi rencana Malaysia yang akan membawa persoalan tersebut ke pertemuan tingkat menteri ASEAN di Manila, Filipina, pada November mendatang.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menjelaskan dalam konferensi pers pada Kamis (22/10) bahwa Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap dampak kabut asap. Menurutnya, ASEAN telah memiliki mekanisme kerja sama yang mapan untuk membahas dan menangani persoalan karhutla secara bersama.
Nabyl menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, telah menyampaikan pandangan mengenai penanganan teknis karhutla serta kerja sama dengan negara mitra. Pemerintah Indonesia disebut mempertimbangkan setiap tawaran bantuan dari negara mitra sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan, yang pembahasannya masih terus berjalan di tingkat teknis.
Rencana Malaysia mengangkat isu ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyatakan pada Senin (12/10) bahwa kabut asap lintas batas perlu mendapat perhatian khusus. Menurut keterangan Mohamad seperti dikutip Bernama, persoalan kabut asap tidak tercakup dalam mekanisme ASEAN yang ada untuk menangani bencana alam.
Mohamad juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Arrmanatha terkait masalah ini. Dalam komunikasi tersebut, menurut keterangan Mohamad, Arrmanatha menjelaskan bahwa jarak pandang yang sangat buruk di wilayah terdampak menjadi hambatan bagi operasi pemadaman karhutla melalui udara.


