Fitch Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2% pada 2026, Melambat di Semester II

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Fitch Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2% pada 2026, Melambat di Semester II
BAGIKAN:

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% pada 2026. Angka ini berada di bawah target 5,4% yang disepakati pemerintah dan DPR dalam APBN 2026. Menurut laporan Fitch bertajuk Indonesia's Medium-Term Growth to Remain Below Government Target yang dikutip Kamis (22/10/2026), perlambatan diperkirakan terjadi pada semester II-2026 seiring berkurangnya dukungan fiskal setelah belanja negara dipercepat pada paruh pertama tahun ini.

Fitch juga memperkirakan ekspor neto akan menjadi faktor penekan pertumbuhan. Terkait belanja negara, data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp2.295,7 triliun atau setara 59,7% dari pagu. Pemerintah menyatakan akan menggelontorkan anggaran belanja sebesar Rp1.300 triliun pada kuartal IV-2026 sehingga total belanja hingga akhir tahun diperkirakan menyentuh Rp3.942,4 triliun atau 102,6% dari pagu.

Untuk jangka menengah, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi stabil di level 4,9% pada 2027 dan 2028, naik dari estimasi sebelumnya 4,7%. Proyeksi ini masih jauh dari target pemerintah sebesar 8%. Fitch mendasarkan perkiraannya pada pandangan bahwa reformasi struktural hanya memberikan dampak terbatas terhadap produktivitas total faktor dan pendalaman modal, yang merupakan penentu PDB potensial Indonesia.

Dalam penilaian risiko, Fitch menyoroti meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta melemahnya konsistensi bauran kebijakan di tengah makin terpusatnya kewenangan pengambilan keputusan. Pertimbangan ini menjadi dasar perubahan prospek peringkat utang pemerintah Indonesia dari Stabil menjadi Negatif pada Maret 2026.

Tekanan terhadap rupiah dan cadangan devisa turut meningkat tahun ini akibat kekhawatiran atas disiplin fiskal, kredibilitas kebijakan, dan tata kelola pasar modal. Fitch mencatat respons kebijakan untuk mendukung rupiah serta penunjukan gubernur bank sentral baru dalam waktu singkat telah meredakan tekanan tersebut. APBN 2027 juga dinilai menunjukkan kesinambungan kebijakan yang mengurangi risiko lonjakan belanja.

Meski demikian, Fitch mengingatkan bahwa sentimen investor yang masih rapuh dan intervensi valuta asing berkelanjutan berpotensi menekan cadangan devisa. Berdasarkan catatan yang ada, cadangan devisa Indonesia berada pada level US$146,3 miliar pada September 2026, turun tipis dari US$146,5 miliar pada bulan sebelumnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸