Dampak KNMP di Sinjai: Harga Tuna Naik Rp15.000 per Kg Usai Rantai Dagang Dipangkas

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Dampak KNMP di Sinjai: Harga Tuna Naik Rp15.000 per Kg Usai Rantai Dagang Dipangkas
BAGIKAN:

Memasuki tahun kedua kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dilantik pada Minggu (20/10/2024), pemerintah menitikberatkan penguatan ekonomi desa melalui koperasi, UMKM, dan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pendekatan ini bertujuan agar aktivitas ekonomi tidak hanya bertumpu pada segelintir wilayah, melainkan menjadikan desa sebagai pusat produksi dan distribusi baru.

Dampak kebijakan tersebut mulai terlihat di Desa Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Menurut keterangan Emil Salim, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sinjai sekaligus pengelola Unit Pengolahan Ikan (UPI) KNMP setempat, harga jual tuna mengalami kenaikan dari kisaran Rp30.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram dalam rentang 4-5 bulan terakhir.

Kenaikan pendapatan nelayan diperkirakan mencapai 40%-50%. Hairul Mukmin, pemilik kapal di KNMP Tongke-Tongke, menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi karena rantai perdagangan ikan berhasil dipangkas. Sebelumnya, nelayan harus menjual hasil tangkapan kepada agen, pengepul, atau tengkulak sebelum sampai ke perusahaan. Kini, transaksi berlangsung langsung dari nelayan ke KNMP dengan mengacu pada harga perusahaan.

Selain memotong rantai distribusi, keberadaan UPI di kawasan KNMP juga memangkas waktu logistik. Emil Salim menyebutkan bahwa sebelum ada KNMP, hasil tangkapan harus dibawa terlebih dahulu ke Makassar untuk diolah, sebuah perjalanan yang memakan waktu sekitar empat hingga lima jam. Saat ini, ikan dapat langsung masuk ke UPI di Tongke-tongke untuk ditangani sesuai pesanan pasar.

Berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan, KNMP Tongke-Tongke telah melakukan enam kali pengiriman tuna ke luar daerah dengan total volume sekitar 65 ton dan nilai sekitar Rp2,55 miliar. Salah satu tujuan utama distribusi adalah Jakarta. Pada Juli 2026, tercatat pengiriman domestik keempat berupa tuna menggunakan kontainer melalui jalur Makassar-Jakarta.

Pola konsolidasi ini membuat komoditas tuna dari Sinjai tidak lagi terbatas diserap oleh pasar lokal atau Makassar, melainkan dapat dikirim langsung ke berbagai daerah tujuan berdasarkan permintaan pasar.

Meow! Tanya Nesi!
😸