⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

AS Perintahkan Staf Non-Esensial Tinggalkan Arab Saudi Akibat Eskalasi Serangan Houthi

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

AS Perintahkan Staf Non-Esensial Tinggalkan Arab Saudi Akibat Eskalasi Serangan Houthi
BAGIKAN:

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan pegawai pemerintah non-esensial beserta anggota keluarga mereka untuk segera meninggalkan perwakilan diplomatik AS di Arab Saudi. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya serangan milisi Houthi ke wilayah Saudi.

Juru bicara Kemlu AS, Tommy Pigott, menyatakan bahwa kelompok Houthi yang didukung Iran semakin sering melancarkan aksi permusuhan terhadap Arab Saudi. Menurut keterangan Pigott yang dikutip Al Jazeera, serangan tersebut menyasar bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya hingga mengakibatkan jatuhnya korban sipil serta gangguan perjalanan yang parah. Ia menegaskan bahwa keselamatan personel Kemlu dan keluarga mereka tetap menjadi prioritas utama.

Perintah penarikan ini sejalan dengan peringatan keamanan yang dikeluarkan Kedutaan Besar AS di Riyadh pada Rabu (21/10) mengenai kemungkinan serangan lanjutan oleh Houthi. Fasilitas kedutaan besar tersebut, yang juga menampung kantor perwakilan CIA, sebelumnya sempat diserang menggunakan drone pada awal Maret saat Iran mulai melancarkan berbagai serangan di seluruh kawasan.

Meski menarik staf dari Arab Saudi, Pigott membantah laporan sebelumnya yang menyebut AS berencana memulangkan sebagian personel dari kedutaan-kedutaan besarnya di seluruh kawasan Teluk. Ia menilai laporan tersebut tidak akurat.

Namun, empat pejabat AS yang identitasnya tidak disebutkan menyatakan bahwa misi diplomatik AS di negara-negara Teluk lainnya juga akan memerintahkan anggota keluarga staf untuk pergi. Keputusan ini mengikuti pola beberapa bulan terakhir ketika AS sempat menempatkan kembali sejumlah personel diplomatik di kawasan tersebut setelah sebelumnya menarik banyak staf akibat serangan Iran terhadap fasilitas militer AS.

Penarikan personel terbaru ini terjadi di tengah eskalasi pertempuran di Yaman yang membuka front baru dalam konflik regional.

Meow! Tanya Nesi!
😸