Anggota Parlemen Malaysia Gunakan Bahasa Jawa di Dewan Rakyat untuk Sampaikan Keluhan Asap Karhutla RI

Dunia
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Anggota Parlemen Malaysia Gunakan Bahasa Jawa di Dewan Rakyat untuk Sampaikan Keluhan Asap Karhutla RI
BAGIKAN:

Anggota parlemen Malaysia dari Partai Bersatu, Kalam Salan, menyampaikan kritik terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menggunakan bahasa Jawa dalam rapat Dewan Rakyat pada Rabu (21/10). Langkah tersebut diambil agar pesannya mengenai kabut asap yang berasal dari Sumatra dan Kalimantan dapat dipahami langsung oleh para pemimpin Indonesia.

Menurut laporan CNN Internasional, sebelum memulai pernyataannya, Kalam meminta izin kepada dewan untuk tidak menggunakan bahasa Melayu. Ia beralasan bahwa mayoritas pemimpin di Indonesia merupakan orang Jawa sehingga akan lebih mudah memahami pesan jika disampaikan dalam bahasa Jawa.

Dalam pernyataannya yang videonya beredar luas di media sosial, Kalam secara khusus menyapa Presiden RI Prabowo Subianto. Ia memaparkan dampak kabut asap tahunan tersebut terhadap kehidupan warga Malaysia, mulai dari gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas, penutupan sekolah, hingga sepinya sektor pariwisata.

Kalam juga menyoroti kerugian yang dialami pekerja asal Indonesia di perkebunan Malaysia. Menurut keterangannya, para pekerja tersebut tidak dapat bekerja akibat kabut asap sehingga kehilangan pendapatan yang biasa dikirimkan kepada keluarga mereka di Indonesia.

Selain memaparkan dampak, anggota parlemen itu meminta agar persoalan karhutla tidak dijadikan bahan lelucon. Ia menyinggung narasi yang menyebut Indonesia telah mengirimkan oksigen ke Malaysia, dan mempertanyakan fungsi hutan di Malaysia sendiri yang menurutnya juga menghasilkan oksigen.

Kalam menutup pesannya dengan mendesak agar kebakaran hutan segera dipadamkan. Ia menekankan pentingnya penanganan serius supaya kedua negara tidak kembali menderita akibat kabut asap yang berulang setiap tahun.

Meow! Tanya Nesi!
😸