Wendi Cagur dan Reza Rahadian Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Pemerintah Sebut Masih Sanggup
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Komedian Wendi Cagur mendesak pemerintah agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia segera ditetapkan sebagai bencana nasional. Desakan tersebut ia sampaikan melalui unggahan di Instagram pekan ini menyusul meluasnya kabut asap yang menyelimuti kawasan Kalimantan, Sumatra, hingga Papua.
Menurut Wendi, eskalasi karhutla saat ini sudah berada pada tahap yang memerlukan intervensi berskala besar. Ia menyoroti dampak langsung terhadap warga yang kesulitan bernapas dan melihat akibat pekatnya polusi udara. Personel grup lawak Cagur yang bernama lengkap Wendy Armoko itu juga mempertanyakan penyebab munculnya titik-titik api secara masif, apakah murni faktor alam atau ada kesengajaan dari oknum demi kepentingan pribadi. Ia mengingatkan bahwa efek kerusakan dari pembakaran tersebut tidak hanya menyengsarakan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga telah melintas ke negara-negara tetangga.
Desakan serupa disampaikan oleh aktor Reza Rahadian di Jakarta Selatan pada Selasa (20/10). Menurut Reza, penetapan status bencana nasional penting karena dapat membuka ruang partisipasi bagi lebih banyak organisasi di luar pemerintah untuk memberikan bantuan, baik berupa logistik maupun teknologi terbarukan. Ia menegaskan bahwa status tersebut tidak mendegradasi nilai apa pun dari upaya penanganan yang sedang berjalan.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menyatakan pemerintah belum berencana menetapkan kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan sebagai bencana nasional. Usai rapat gabungan lintas kementerian di kantor Kemenko Polkam pada Senin (19/10), Dudung menegaskan bahwa negara masih sanggup menangani masalah tersebut.
Berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (19/10), tercatat masih terdapat 10.934 titik panas dan 236 titik api karhutla. Titik-titik tersebut tersebar di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Selain menyuarakan kritik, Wendi turut menyampaikan simpati bagi para korban terdampak serta petugas pemadam yang bekerja di lapangan. Melalui unggahan terpisah, ia mengajak publik dan rekan-rekannya untuk terus mengawal isu karhutla hingga titik api terakhir benar-benar padam.


