Prabowo Respons Ancaman Penurunan Status Pasar Modal oleh MSCI, Siap Lakukan Penghematan Besar

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Prabowo Respons Ancaman Penurunan Status Pasar Modal oleh MSCI, Siap Lakukan Penghematan Besar
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto merespons langkah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang tengah mengonsultasikan usulan penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10), Prabowo menyatakan bahwa bangsa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun.

Sikap tersebut disampaikan setelah MSCI pada 16 Oktober 2026 mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan status pasar modal Indonesia dari kategori pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Keputusan final terkait usulan ini dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Menurut keterangan MSCI, usulan perubahan klasifikasi didasari kekhawatiran pelaku pasar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham serta dugaan adanya praktik perdagangan terkoordinasi. Lembaga indeks tersebut juga menilai reformasi yang telah diumumkan otoritas Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten dan berdampak signifikan.

Selama masa konsultasi berlangsung, MSCI memutuskan untuk tetap membekukan sejumlah perubahan indeks terhadap saham-saham Indonesia hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Menghadapi situasi tersebut, Prabowo mengakui pemerintah menyadari masih banyaknya tantangan dan gangguan yang harus dihadapi, sementara masyarakat mengharapkan hasil kerja yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa berbagai gangguan akan terus muncul, namun pemerintah siap mengambil langkah penghematan besar-besaran apabila diperlukan untuk menghadapinya.

Meow! Tanya Nesi!
😸