Penjualan BMW Naik Signifikan, Lexus dan Mercedes-Benz Turun Sepanjang Januari-September 2026

Otomotif
Raka MahendraRaka Mahendra
Sumber: CNN Otomotif
Raka Mahendra
Raka Mahendra
Jurnalis Otomotif

Pakar modifikasi kendaraan dan tren pasar motor di Asia Tenggara.

Penjualan BMW Naik Signifikan, Lexus dan Mercedes-Benz Turun Sepanjang Januari-September 2026
BAGIKAN:

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pergeseran peta persaingan mobil premium di Tanah Air sepanjang Januari-September 2026. BMW berhasil mencatatkan pertumbuhan distribusi dari pabrikan ke dealer (wholesales) sebesar 57,2 persen menjadi 1.791 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian BMW tersebut berbanding terbalik dengan dua rival utamanya. Menurut catatan Gaikindo yang dilansir CNN Otomotif, wholesales Lexus justru menyusut 17,9 persen menjadi 1.066 unit pada rentang waktu yang sama. Penurunan juga dialami Mercedes-Benz yang distribusinya turun 13,3 persen menjadi 757 unit selama sembilan bulan pertama 2026.

Tren serupa terlihat pada angka penjualan langsung ke konsumen (retail). BMW masih mempertahankan pertumbuhan dengan kenaikan 11,8 persen menjadi 2.006 unit hingga September 2026. Sementara itu, penjualan retail Lexus turun 15,8 persen menjadi 1.058 unit, dan Mercedes-Benz mengalami penyusutan lebih tajam yakni 26,5 persen menjadi 747 unit dibanding Januari-September 2025.

Di tengah dinamika merek-merek mapan tersebut, pendatang baru asal China, Xpeng, memperlihatkan lonjakan angka yang mencolok. Data Gaikindo mencatat wholesales Xpeng melonjak 712,1 persen pada Januari-September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan pada sisi retail bahkan tercatat lebih tinggi, yakni naik 839,5 persen menjadi 2.424 unit.

Namun, tidak semua merek asal China mengalami nasib serupa. Danza, submerek premium BYD yang baru saja berganti nama dari Denza, justru menghadapi penurunan volume. Distribusi Danza anjlok 55,6 persen menjadi 3.009 unit pada Januari-September 2026. Angka penjualan retail-nya juga menyusut 51,5 persen menjadi 3.135 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbedaan tren antara Xpeng yang meroket dan Danza yang merosot, serta kontrasnya dengan performa merek Eropa dan Jepang, menandai fase baru dalam persaingan segmen kendaraan mewah di Indonesia berdasarkan data distribusi dan penjualan sembilan bulan pertama tahun ini.

Meow! Tanya Nesi!
😸