Menkomdigi Bantah Minta Platform Hapus Konten Kritik Kebakaran Hutan dan Lahan

Teknologi
Kevin SanjayaKevin Sanjaya
Sumber: CNN Teknologi
Kevin Sanjaya
Kevin Sanjaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Menkomdigi Bantah Minta Platform Hapus Konten Kritik Kebakaran Hutan dan Lahan
BAGIKAN:

Menteri Komunikasi dan Digital (Meutya Hafid) membantah bahwa kementeriannya meminta platform digital menghapus konten yang berisi kritik terkait bencana kebakaran hutan dan lahan. Penegasan tersebut disampaikan melalui unggahan video di Instagram pada Rabu (21/10).

Menurut Meutya, tidak ada permintaan dari Kementerian Komunikasi dan Digital untuk membatasi informasi mengenai karhutla. Ia justru menyebut informasi soal kebakaran hutan penting sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam menangani bencana tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Meutya meminta masyarakat turut mendorong agar platform digital lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap algoritma mereka. Ia menyatakan bahwa akses informasi merupakan hak publik, sehingga platform perlu mempertanggungjawabkan cara informasi menjangkau pengguna.

Pernyataan menteri ini muncul setelah chatbot Meta AI di platform Threads mengakui bahwa Instagram memblokir sejumlah akun demonstrasi serta konten kritik berdasarkan permintaan hukum dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Keterangan itu disampaikan Meta AI dalam sebuah balasan di Threads pada Rabu (21/10).

Meta AI menjelaskan bahwa pemblokiran tersebut bukan berarti perusahaan anti-demo, melainkan sebagian besar dilakukan karena mengikuti permintaan hukum dari kementerian. Chatbot itu juga menyebutkan bahwa konten yang terkena pemblokiran berlebihan atau salah moderasi biasanya dapat dipulihkan disertai permintaan maaf.

Pengakuan tersebut memicu reaksi warganet. Beberapa pengguna melaporkan bahwa pertanyaan dengan kata kunci tertentu dijawab dengan notifikasi "feature not available for this post" oleh Meta AI. Kondisi ini memunculkan dugaan di kalangan warganet bahwa pihak kementerian telah membatasi fungsi chatbot tersebut.

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, Meta AI masih bisa menjawab pertanyaan seputar Kementerian Komunikasi dan Digital. Chatbot tersebut juga mengonfirmasi bahwa ia tidak dibungkam oleh pemerintah.

Meow! Tanya Nesi!
😸