Malaysia Larang ASN Gunakan Waze, Anwar Ibrahim Sebut Aplikasi Navigasi Itu Produk Israel
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melarang seluruh aparatur sipil negara (ASN) di negaranya menggunakan aplikasi navigasi Waze. Kebijakan ini diambil karena Waze dinilai sebagai produk yang beroperasi berdasarkan hukum Israel.
Menurut keterangan yang disampaikan melalui akun media sosial resmi Kantor PM Malaysia @malaysiapmo dan akun pribadi Anwar @anwaribrahim_my pada Rabu (21/10/2026), larangan tersebut bertujuan melindungi informasi sensitif pemerintah serta data pribadi pengguna dari ancaman yang dikaitkan dengan rezim Israel. Anwar menegaskan bahwa Waze Mobile Ltd tunduk pada hukum Israel.
Kantor PM Malaysia menyatakan bahwa perlindungan data menjadi alasan utama langkah ini. Informasi pemerintah maupun data pribadi masyarakat dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk mengancam keamanan serta kedaulatan negara.
Bersamaan dengan larangan bagi ASN, pemerintah Malaysia juga mengimbau seluruh warga negaranya agar beralih ke aplikasi navigasi alternatif buatan lokal, salah satunya TuJu. Imbauan ini didasarkan pada pertimbangan jaminan keamanan dan perlindungan data pribadi yang ditawarkan oleh platform dalam negeri tersebut.
Anwar menambahkan bahwa Pemerintah MADANI bertekad menutup segala celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh rezim Israel demi menjamin keamanan negara dan rakyatnya.


