Israel Resmi Bergabung dengan Forum Kepulauan Pasifik sebagai Mitra Sektoral
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan pada Rabu (21/10) bahwa negaranya resmi bergabung dengan Forum Kepulauan Pasifik (PIF) sebagai mitra sektoral. Status baru ini memungkinkan Israel menawarkan keahlian teknis untuk mendukung kebutuhan pembangunan di kawasan tersebut, khususnya dalam bidang pengelolaan air, desalinasi, pertanian, adaptasi perubahan iklim, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Pengumuman itu disampaikan bersamaan dengan kunjungan Eynat Shlein, kepala Badan Bantuan Internasional Israel (MASHAV), ke Fiji dan Samoa. Menurut pernyataan Forum Kepulauan Pasifik melalui Facebook, pertemuan dengan Shlein dimanfaatkan oleh negara-negara anggota untuk menyampaikan tantangan pembangunan serta menjajaki peluang pertukaran pengetahuan secara praktis.
Langkah Israel menjadi mitra sektoral mengikuti reformasi skema kemitraan PIF yang disepakati para pemimpin Pasifik bulan lalu. Skema baru tersebut membagi kerja sama dengan sekitar 30 mitra pembangunan—termasuk Amerika Serikat, China, Prancis, dan Inggris—menjadi dua kategori, yakni mitra strategis dan mitra sektoral. Reformasi ini dilakukan di tengah persaingan geopolitik berbagai kekuatan dunia untuk memperluas pengaruh militer dan ekonomi di kawasan Pasifik.
Hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara Pasifik telah menguat dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal tahun ini, Israel membuka kedutaan besar di Fiji yang sekaligus melayani sembilan negara kepulauan lainnya. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar juga mengunjungi kantor pusat PIF di Suva pada Juni lalu sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan regional.
Sejumlah negara Pasifik mengambil langkah signifikan terkait pengakuan diplomatik terhadap Israel. Nauru membuka kedutaan besar di Yerusalem bulan lalu, menyusul Papua Nugini dan Fiji yang sudah lebih dulu memiliki perwakilan di kota tersebut. Ketiganya termasuk dalam tujuh negara anggota PBB, bersama Amerika Serikat, yang menempatkan kedutaan di Yerusalem. Sementara itu, Samoa dijadwalkan melakukan hal serupa pada akhir tahun ini, menurut laporan AFP.
Negara-negara Kepulauan Pasifik selama ini dikenal kerap memberikan dukungan kepada Israel di forum internasional. Dukungan tersebut, antara lain, berkaitan dengan keyakinan keagamaan yang kuat di sejumlah wilayah setempat, termasuk kepercayaan terhadap nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai kembalinya kaum Yahudi ke Tanah Israel. Hingga berita ini diturunkan, PIF belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman status kemitraan Israel.


