Bali hingga Karst Citatah: Jejak Indonesia dalam Produksi Drama dan Film Korea

Selebriti
Ayu LestariAyu Lestari
Sumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Bali hingga Karst Citatah: Jejak Indonesia dalam Produksi Drama dan Film Korea
BAGIKAN:

Indonesia kerap menjadi pilihan lokasi pengambilan gambar bagi sejumlah produksi hiburan asal Korea Selatan. Berdasarkan penelusuran KapanLagi, beberapa drama populer hingga film aksi terbaru memanfaatkan lanskap di Bali, Kepulauan Riau, Jawa Barat, hingga Jakarta untuk mendukung alur cerita mereka.

Drama What Happened in Bali yang dibintangi Ha Ji Won, Jo In Sung, So Ji Sub, dan Park Ye Jin menjadikan Bali sebagai latar utama. Pulau ini dipilih karena berkaitan langsung dengan profesi karakter utamanya sebagai agen perjalanan. Selain itu, drama romantis First Love of the Royal Prince yang menampilkan Sung Yu Ri dan Cha Tae Hyun juga mengambil gambar di Pantai Balangan, Bali Selatan, guna memperkuat suasana cerita cinta beda latar belakang sosial.

Penggunaan lokasi di Indonesia tidak selalu terbatas pada Bali. Pada 2008, drama Worlds Within yang mempertemukan kembali Hyun Bin dan Song Hye Kyo melakukan syuting di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Pemilihan Bintan memperlihatkan bahwa variasi visual tropis di luar Bali juga diminati oleh tim produksi Korea, meskipun informasi rinci mengenai pertimbangan biaya atau perizinan belum banyak terungkap.

Kolaborasi yang lebih langsung terjadi melalui serial Saranghae, I Love You. Proyek gabungan antara industri hiburan Indonesia dan Korea Selatan ini melibatkan penyanyi Tim Hwang serta aktris Revalina S. Temat. Pengambilan gambar dilakukan di Jakarta dan Bali, menjadikan unsur lintas budaya sebagai bagian dari narasi, bukan sekadar latar visual semata.

Perhatian publik terhadap lokasi syuting produksi Korea di Indonesia kembali mencuat lewat film aksi Netflix berjudul EXTRACTION: TYGO. Film yang dibintangi Ma Dong Seok, Lisa BLACKPINK, dan Lee Jin Wook ini menggunakan sejumlah titik di Indonesia, termasuk kawasan Karst Citatah di Bandung Barat, Kota Tua Jakarta, wilayah Tangerang, dan Baronk Cafe di Kemang, Jakarta Selatan.

Menariknya, Baronk Cafe di Kemang diubah tampilannya agar menyerupai kafe di Vietnam sesuai kebutuhan cerita. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi di Indonesia tidak selalu digambarkan sebagai Indonesia dalam layar. Proses syuting di Kota Tua Jakarta juga memerlukan pengaturan lalu lintas dan pembatasan akses jalan. Sementara itu, co-produser film tersebut, Delon Tio, mengkritik penyebaran rekaman CCTV Lisa di sebuah kafe demi promosi, yang memicu perdebatan soal privasi selebritas di tengah antusiasme penggemar.

Di sisi lain, KapanLagi menegaskan perlunya kehati-hatian dalam memverifikasi informasi produksi. Sebagai contoh, film kriminal Korea berjudul Jakarta yang dirilis pada 2000 dan dibintangi Im Chang Jung serta Kim Sang Joong hanya menggunakan nama ibu kota Indonesia sebagai konsep pelarian dalam cerita. Hingga kini, belum ada informasi kuat yang memastikan bahwa film tersebut benar-benar menjalani proses syuting di Indonesia.

Meow! Tanya Nesi!
😸