Asap Karhutla Indonesia Ganggu Pariwisata Malaysia, Turis Asing Pertimbangkan Batalkan Liburan
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali mengirim kabut asap ke Malaysia hingga mengganggu aktivitas pariwisata. Kondisi ini membuat sejumlah wisatawan mancanegara yang sedang berada di Malaysia mempertimbangkan ulang rencana perjalanan mereka akibat memburuknya kualitas udara.
Cathy Hamilton, turis asal Sydney, Australia, mengaku menyesal berkunjung ke Malaysia di tengah kondisi tersebut. Menurut keterangan Hamilton yang dikutip The Straits Times, ia kesulitan mengambil foto objek wisata utama seperti Menara Kembar Petronas dan Merdeka 118 karena tertutup kabut. Ia juga mengaku mengalami kesulitan bernapas. Hamilton menyatakan mungkin akan membatalkan perjalanannya jika bukan karena putri-putrinya mengikuti Kejuaraan Cheerleading Asia ICU pada akhir pekan di Malaysia.
Dampak kabut asap terhadap sektor pariwisata turut dirasakan pelaku usaha. Presiden Asosiasi Pariwisata Masuk Malaysia, Mint Leong, menyebutkan bahwa operator tur melaporkan adanya pembatalan perjalanan untuk November serta penurunan pemesanan rombongan. Padahal, periode ini biasanya ramai wisatawan. Agen perjalanan di luar negeri juga dilaporkan banyak meminta pembaruan informasi mengenai kualitas udara Malaysia demi memastikan nasib perjalanan klien mereka.
Menurut Mint Leong, kerugian pendapatan dari situasi ini bisa mencapai jutaan ringgit. Kabut asap tidak hanya menghalangi pandangan ke objek wisata terkenal, tetapi juga dilaporkan mengganggu penerbangan. Situasi ini mengancam target Malaysia mendatangkan 47 juta wisatawan pada 2026 melalui perpanjangan kampanye Visit Malaysia 2026. Data Tourism Malaysia mencatat negara itu telah menerima 28,8 juta kunjungan wisatawan internasional dalam delapan bulan pertama 2026.
Buruknya kualitas udara akibat kabut asap ini tercatat oleh perusahaan pemantau IQAir. Pada 20 Oktober, Kuala Lumpur, Singapura, dan Jakarta masuk dalam daftar 10 kota besar dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Kondisi udara yang memburuk juga telah mendorong penutupan sekolah di sejumlah wilayah Malaysia.
Kementerian Pariwisata Malaysia, menurut laporan sumber berita, tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan mengenai dampak kabut asap terhadap sektor pariwisata mereka.


