112 Sekolah dan 10 Kantor di Jakarta Selatan Gelar Simulasi Gempa Serentak
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Sebanyak 112 sekolah dan 10 kantor pemerintah di wilayah Jakarta Selatan menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi secara serentak pada Rabu. Kegiatan ini difokuskan untuk melatih prosedur evakuasi mandiri serta menguji fasilitas mitigasi bencana di gedung-gedung perkantoran dan lingkungan pendidikan.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menjelaskan bahwa salah satu titik pelaksanaan berada di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Menurut keterangannya, begitu sirene pertama berbunyi, para pegawai langsung melakukan perlindungan mandiri dengan berlindung di bawah meja atau merapat ke dinding yang kokoh. Ketika sirene kedua dibunyikan, proses evakuasi keluar gedung menuju titik kumpul yang telah ditetapkan segera dilakukan.
Syafrin menyebutkan bahwa selama perpindahan ke titik aman, peserta tetap menerapkan prosedur perlindungan kepala dan tengkuk untuk mengurangi risiko cedera. Selain latihan evakuasi, simulasi juga mencakup peragaan penanganan dan penyelamatan korban luka oleh tim tanggap darurat. Ia menilai para pegawai sudah memahami jalur evakuasi serta lokasi berkumpul yang aman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi DKI Jakarta Iwan Alex memaparkan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi penerapan mitigasi bencana dan uji kelayakan fasilitas gedung dalam menghadapi gempa. Untuk memastikan kelancaran, petugas telah membentuk struktur pengelola gedung tanggap bencana di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, di mana setiap lantai memiliki penanggung jawab yang bertugas mengarahkan proses evakuasi.
Iwan menambahkan bahwa sekitar 50 personel BPBD dikerahkan untuk mendukung jalannya simulasi. Peserta yang terlibat terdiri atas pengelola, penghuni, hingga pengunjung gedung. Berdasarkan hasil evaluasi BPBD, pelaksanaan dinilai berjalan sangat baik dengan partisipasi aktif dari seluruh pihak yang hadir.
Syafrin menegaskan pentingnya pelaksanaan simulasi secara rutin guna membangun budaya siaga bencana di lingkungan kerja maupun sekolah. Sementara itu, menurut keterangan Iwan, kegiatan ini diharapkan memperkuat respons cepat sehingga potensi jatuhnya korban jiwa akibat gempa bumi dapat diminimalisasi.


