⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Karhutla Paksa Penutupan Pendakian Arjuno-Welirang, Tim Gabungan Evakuasi Pendaki

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Karhutla Paksa Penutupan Pendakian Arjuno-Welirang, Tim Gabungan Evakuasi Pendaki
BAGIKAN:

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Gunung Arjuno-Welirang di Kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo sejak Jumat (16/10) malam memaksa otoritas setempat menutup seluruh akses pendakian mulai Sabtu (17/10). Keputusan darurat ini diambil menyusul pijar api yang membentang panjang di lereng gunung dan mengancam keselamatan para pecinta alam yang sedang berada di jalur pendakian.

Kepala UPT Tahura R Soerjo, Agustiningtyas Marini, mengeluarkan pengumuman resmi bernomor 500.4.6.10/1886/123.7.2/2026 untuk menghentikan sementara aktivitas di kawasan tersebut. "Sehubungan dengan adanya kebakaran yang terjadi di kawasan Tahura R Soerjo mulai tanggal 17 Oktober 2026, seluruh aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara," ujar Agustiningtyas dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10).

Langkah penutupan ini bukan sekadar formalitas administratif. Agustiningtyas menegaskan bahwa pembekuan akses merupakan tindakan preventif mutlak demi menjamin keselamatan pendaki dari bahaya kepungan asap maupun rambatan titik api. Para pendaki yang terlanjur berada di atas gunung pun langsung ditarik turun. "Pendaki yag sdh naik kemarin kami evakuasi," ucapnya singkat namun lugas.

Skala kebakaran terekam jelas oleh warga sekitar. Video amatir warganet yang beredar luas di media sosial memperlihatkan pijar api kemerahan membentang panjang di lereng Gunung Arjuno. Nyala api itu bahkan tampak sangat jelas bila dilihat langsung dari gerbang Tol Malang, menandakan intensitas kobaran yang tidak bisa dianggap remeh.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Jumat malam. "(Karhutla) di Gunung Arjuno," kata Satriyo. Ia mengakui belum diketahui pasti kapan titik api pertama kali muncul serta berapa luas lahan yang terdampak. Meski demikian, tim Tahura dan personel BPBD telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas merusak ekosistem pegunungan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Tahura R Soerjo belum memberikan kepastian kapan jalur pendakian akan kembali beroperasi normal. Pembukaan jalur sangat bergantung pada hasil evaluasi kondisi lapangan, yakni ketika seluruh titik api dipastikan benar-benar padam dan rute aman dilewati. "Penutupan dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Demikian untuk dimaklumi. Mari kita doakan agar situasi segera kondusif," pungkas Agustiningtyas.

Analisis Redaksi

Penutupan tanpa batas waktu ini membawa konsekuensi langsung bagi komunitas pendaki dan ekonomi lokal di sekitar kaki gunung. Ketidakpastian informasi mengenai luas lahan terdampak menunjukkan bahwa tim gabungan masih bekerja dalam kondisi visibilitas terbatas dan medan yang sulit. Fokus utama saat ini memang penyelamatan manusia, tetapi ketiadaan data luasan kebakaran menyulitkan perencanaan logistik pemadaman jangka menengah.

Pijar api yang terlihat dari gerbang Tol Malang mengindikasikan bahwa karhutla ini berskala signifikan. Dalam sejarah penanganan kebakaran hutan di Jawa Timur, angin kencang di ketinggian sering kali membuat rambatan api melompat antar kanopi atau semak kering dengan cepat. Evaluasi pascapemadaman nanti harus mencakup pemetaan titik rawan baru yang mungkin tercipta akibat terbakarnya vegetasi penahan tanah.

Langkah logis selanjutnya yang perlu diantisipasi publik adalah kemungkinan diperketatnya pengawasan terhadap jalur-jalur pendakian ilegal. Sering kali, sisa bara api unggun pendaki liar menjadi pemicu laten di musim kemarau. Otoritas Tahura R Soerjo dan BPBD Jawa Timur perlu menyiapkan protokol pembukaan ulang yang ketat, termasuk patroli rutin pascakarhutla sebelum benar-benar mengembalikan akses penuh kepada masyarakat.

Meow! Tanya Nesi!
😸