Ahli Gizi IPB Ungkap Ampela Ayam Kaya Protein, Potensi Lauk Variasi untuk Masyarakat
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.
Ahli gizi yang juga dosen Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Muhammad Aries SP MSi, mengungkap fakta bahwa ampela ayam memiliki kandungan protein tinggi sehingga layak dijadikan pilihan lauk variasi bagi masyarakat. Pernyataan ini penting mengingat sebagian besar rumah tangga di Indonesia masih memusatkan konsumsi sumber protein hewani pada daging ayam bagian dada atau paha semata.
Muhammad Aries menjelaskan posisi ampela sebagai organ pencernaan unggas yang sering kali terpinggirkan dalam menu harian keluarga. Padahal, jeroan spesifik ini menyimpan nilai gizi yang tidak bisa diremehkan. Penjelasan tersebut ia sampaikan berdasarkan kapasitas keilmuannya langsung dari lingkungan akademik FKGiz IPB University.
Konteks temuan ini sangat relevan dengan kebiasaan makan masyarakat kita. Selama bertahun-tahun, pangan berbasis jeroan kerap mendapat stigma negatif karena dianggap kurang bergizi atau sekadar makanan kelas dua. Pandangan itu membuat banyak ibu rumah tangga ragu menyajikan ampela di meja makan, meskipun harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan potongan daging utama.
Pengalaman selama dua dekade meliput isu kesehatan dan pangan menunjukkan betapa jarangnya pakar gizi dari universitas ternama memberikan perhatian khusus pada bahan pangan murah meriah seperti ampela. Langkah Muhammad Aries mengangkat potensi ini membuktikan adanya upaya serius dari kalangan akademisi untuk mendekatkan ilmu gizi kepada realitas dapur rakyat kecil.
Dampak praktis dari pernyataan sang ahli gizi ini menyasar langsung kantong dan piring jutaan keluarga Indonesia. Ketika masyarakat memahami bahwa ampela ayam kaya protein, mereka punya alternatif lauk yang ekonomis tanpa harus mengorbankan asupan gizi harian anak-anak maupun orang dewasa. Ini bukan sekadar teori kampus, melainkan solusi nyata di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.
Analisis Redaksi
Pernyataan Muhammad Aries SP MSi dari FKGiz IPB University ini membongkar mitos lama soal jeroan. Kita terlalu lama terjebak pada pola pikir bahwa makanan sehat harus selalu mahal. Fakta bahwa ampela ayam mengandung protein tinggi seharusnya memaksa pemerintah daerah dan pusat memikirkan ulang kampanye gizi nasional yang selama ini cenderung elitis dan berjarak dari warung-warung tradisional.
Yang perlu diwaspadai tentu saja cara pengolahan. Jeroan memang kaya protein, namun metode memasak yang salah justru bisa memicu masalah kesehatan lain. Masyarakat tetap harus memperhatikan teknik pembersihan dan pemasakan agar manfaat gizi dari ampela ayam benar-benar terserap optimal oleh tubuh tanpa membawa risiko penyakit penyerta.
Secara logis, langkah selanjutnya yang paling masuk akal adalah integrasi informasi ini ke dalam program pemberdayaan PKK atau posyandu di seluruh desa. Dosen Program Studi Ilmu Gizi IPB University sudah memberikan landasan ilmiahnya. Kini bola ada di tangan pemangku kebijakan untuk menerjemahkan data akademik ini menjadi panduan praktis yang mudah dicerna oleh ibu-ibu di pelosok negeri.

