Dinas Pendidikan Sumut Terapkan PJJ Menyeluruh 16-21 Oktober Akibat Asap Karhutla

Berita Nasional
Ahmad HidayatAhmad Hidayat
Sumber: CNN Nasional
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Dinas Pendidikan Sumut Terapkan PJJ Menyeluruh 16-21 Oktober Akibat Asap Karhutla
BAGIKAN:

Dinas Pendidikan Sumatra Utara resmi mengoperasikan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMK, pada 16 hingga 21 Oktober 2026. Keputusan ini diambil menyusul merusaknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam keselamatan peserta didik. Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 400.3/106/DISDIK/X/2026 sebagai bentuk antisipasi dampak kabut asap.

Alexander Sinulingga, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, menegaskan langkah ini menindaklanjuti Instruksi Gubernur Bobby Nasution terkait penanganan dampak asap. "Kebijakan ini juga sebagai upaya perlindungan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sehingga perlu dilaksanakannya penyesuaian kegiatan pembelajaran dan pola kerja pada satuan pendidikan," ujarnya pada Jumat (16/10). Seluruh guru dan tenaga kependidikan diminta menerapkan kerja dari rumah (WFH), sementara orang tua bertanggung jawab memastikan anak tetap berada di dalam rumah selama jam belajar berlangsung.

Implementasi teknis PJJ memanfaatkan platform digital atau media komunikasi yang ditentukan pihak sekolah. Kepala satuan pendidikan wajib memantau dan melapor hasil pelaksanaan ke dinas pendidikan kabupaten/kota atau provinsi. Evaluasi akan dilakukan berkala berdasarkan kondisi kualitas udara dan petunjuk pihak berwenang. Informasi mengenai perpanjangan PJJ atau kembalinya kegiatan belajar tatap muka akan disampaikan kemudian, tergantung situasi lapangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mencatat penurunan jarak pandang signifikan di beberapa titik. Data pemantauan pada 15 Oktober 2026 menunjukkan kualitas udara berkisar dari kategori sedang hingga tidak sehat. Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa hasil pengamatan di Stasiun Meteorologi Kualanamu, Aek Godang, dan Silangit menunjukkan jarak pandang hanya 1 hingga 3 km pada pukul 09.00 WIB pagi tersebut. Asap ini dideteksi sebagai kiriman dari wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan yang terbawa pergerakan massa udara.

Kondisi jarak pandang rendah ini memicu himbauan keselamatan kepada masyarakat. Warga diminta berhati-hati saat berkendara dengan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman. Penyalakan lampu kendaraan menjadi prioritas saat visibilitas menurun drastis. Penggunaan masker yang sesuai sangat dianjurkan untuk mengurangi paparan partikel asap ketika aktivitas di luar ruangan terpaksa dilakukan. Imbauan serupa diterapkan untuk membatasi gerakan anak-anak guna melindungi paru-paru mereka dari polusi parah.

Analisis Redaksi

Keputusan mendesak ini mencerminkan kegagalan preventif dalam pengendalian kebakaran hutan lintas wilayah. Ketergantungan total pada platform digital untuk PJJ berpotensi memperlebar kesenjangan pendidikan di kalangan siswa dari keluarga kurang mampu yang akses internetnya terbatas. Risiko ini menggeser fokus perlindungan kesehatan menjadi krisis efisiensi belajar yang harus diantisipasi pihak sekolah secara serius.

Distribusi asap dari Kalimantan dan Sumsel ke Sumut membuktikan bahwa masalah ini bersifat regional, bukan lokal. Solusi parsial seperti WFH dan PJJ hanya mengobati gejala, bukan akarnya. Tanpa koordinasi antarprovinsi yang lebih kuat dalam pemadaman awal dan penegakan hukum, siklus tahunan karhutla akan terus mengorbankan kesehatan publik dan kualitas pendidikan anak-anak Sumatra.

Meow! Tanya Nesi!
😸