10 Lurah Finalis BSA Asah Keterampilan Public Speaking Jelang Paparan 15 Oktober

Sebelas lurah finalis Benyamin S Award (BSA) 2026 mengasah kemampuan komunikasi publik menjelang tahap penilaian paparan langsung. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Kerja Sama Daerah Provinsi Jakarta bekerja sama dengan Paragon ini berfokus pada pelatihan 'public speaking' berbasis praktik. Para peserta diharapkan mampu menyampaikan paparan program mereka secara efektif di hadapan dewan juri pada 15 Oktober 2026.
Pelatihan bertajuk "One Day Public Speaking and Showmanship Workshop" diikuti oleh sepuluh lurah dari berbagai kelurahan di Jakarta. Nama-nama tersebut mencakup Kebon Sirih, Cilandak Barat, Kebon Baru, Tamansari, Sukabumi Utara, Srengseng, Hutan Kayu Selatan, Malaka Sari, Kelapa Gading Timur, serta Kelurahan Pulau Panggang. Materi yang disampaikan dikemas dalam tiga sesi intensif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan ketajaman presentasi peserta.
Sesi pertama pelatihan fokus pada aspek presence atau kewibawaan serta mindset atau pola pikir. Sesi kedua membahas struktur pesan yang tepat, meliputi pembuatan outline dan poin pemaparan yang kuat. Pada sesi terakhir, para lurah diajarkan manajemen panggung dan teknik bercerita atau storytelling yang mampu memikat audiens.
Sebagai instruktur, pelatih komunikasi Omar Danishwara mengajak para lurah mempraktikkan kemampuan bercerita dengan memanfaatkan medium lukis dan balok mainan. Latihan ini dirancang untuk membangun kerja sama tim sekaligus melatih imajinasi dalam penyampaian pesan. Pendekatan interaktif ini bertujuan memastikan lurah tidak hanya hafal materi, tetapi juga memahami dinamika komunikasi di atas panggung.
Respons dari para finalis pun beragam. Lurah Tamansari, Abdul Malik Raharusun, menilai pelatihan tersebut sangat menyenangkan karena kaya akan praktik imajinatif, seperti menggambar dan berdialog. Ia menyebut kegiatan ini menjadi modal penting untuk tampil percaya diri dalam paparan 15 Oktober 2026. "Seru banget, seru banget karena ya tadi ada praktik imajinasi, menggambar, kemudian berdialog, berdiskusi, membangun kerja sama tim," ujar Abdul kepada CNN Indonesia.
Sementara itu, Lurah Kebon Sirih, Henny Mahrojah, mengaku mendapat wawasan baru mengenai pentingnya mengemas program dalam bentuk cerita. Baginya, narasi yang menarik akan membuat audiens dan penilai tertarik dengan materi yang dibawakan. "Kita harus bisa bercerita agar audiens dan penilai tertarik dengan apa yang dibawakan," tegas Henny. Ia berkomitmen menerapkan ilmu tersebut untuk memberikan paparan yang berkesan di akhir Oktober.
Omar Danishwara menegaskan bahwa keterampilan berkomunikasi merupakan bagian integral dari kapasitas pemimpin, termasuk lurah. Target utama pelatihan adalah agar para lurah mampu mengomunikasikan program kepada masyarakat secara efektif. "Bagaimana nanti mengomunikasikan program itu kepada masyarakat sehingga program itu dapat diwujudkan dengan baik, kemudian dapat dimanifestasikan bersama, sekaligus dampaknya itu sustainable," kata Omar. Paparan yang dijadwalkan membahas aspirasi masyarakat diharapkan dapat disampaikan dengan dampak jangka panjang yang nyata.
Penilaian tahap final BSA berupa paparan langsung di hadapan dewan juri dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober 2026. Pengumuman kelurahan peraih penghargaan akan diumumkan pada 30 Oktober 2026. Benyamin S Award merupakan program yang diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Biro KSD Sekretariat Daerah. Ajang ini mengapresiasi kelurahan yang menunjukkan komitmen tinggi dalam mewujudkan kota Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
Analisis Redaksi
Pengintegrasian aspek showmanship dalam persiapan BSA menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar administrasi menjadi leadership presentation. Lurah bukan hanya pelaksana teknis, tetapi duta yang harus mampu menjembatani aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah. Keterampilan storytelling menjadi kunci karena juri tidak hanya menilai substansi, tetapi juga kemampuan pemimpin dalam mengartikulasikan visinya secara persuasif. Ini mengindikasikan bahwa Pemprov DKI mengutamakan pemimpin yang kapabel dalam komunikasi publik.
Perlu diwaspadai bahwa fokus pada presentasi bisa berisiko mengaburkan substansi program jika tidak diimbangi data pendukung yang valid. Namun, dengan pendekatan berbasis praktik seperti lukis dan balok mainan, para lurah didorong untuk menyederhanakan kompleksitas kebijakan menjadi narasi yang mudah dipahami. Langkah ini secara logis akan meningkatkan efektivitas implementasi program di lapangan, karena komunikasi yang jelas mengurangi misinterpretasi antar-pihak terkait.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Siap-Siap, Warga Jawa dan Sumatra: BMKG Prediksi Hujan Ringan Landa Sebagian Besar Wilayah Hari Ini

Penambahan Daratan 32,8 Hektare di Sekitar Anak Krakatau Diverifikasi, Status 'Pulau Baru' Masih Menunggu Konfirmasi Lapangan

Fenomena Gerah di Indonesia: BMKG Jelaskan Penyebab Udara Lembap Meski Hujan Belum Rutin
