Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pemprov DKI Selesaikan 16 dari 19 Renovasi Sekolah Senilai Rp876 Miliar

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pemprov DKI Selesaikan 16 dari 19 Renovasi Sekolah Senilai Rp876 Miliar
BAGIKAN:

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berhasil merampungkan renovasi 16 gedung sekolah dari total target 19 unit pada tahun anggaran 2025. Proyek bernilai Rp876,7 miliar ini tersebar di lima wilayah administrasi ibu kota, dengan tiga bangunan sisanya masih dalam tahap penyelesaian akhir.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan capaian tersebut saat memberikan keterangan resmi di Jakarta, Jumat (9/10). "Alhamdulillah, dari 19 gedung sekolah yang kami targetkan untuk direnovasi pada tahun anggaran 2025, sebanyak 16 gedung telah selesai 100 persen," ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa proses perampungan tiga gedung terakhir akan terus dipantau agar tidak menghambat persiapan semester berikutnya.

Cakupan program revitalisasi ini menyentuh berbagai jenjang pendidikan formal. Mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Kejuruan (SMK). Distribusi proyek terlihat merata namun padat di beberapa titik strategis, terutama di Jakarta Barat dan Selatan yang menerima alokasi perbaikan infrastruktur terbanyak.

Di Jakarta Barat, enam sekolah menjalani pembaruan fasilitas meliputi SDN Tegal Alur 02/04, SMAN 33 Jakarta, SDN Jati Pulo 07, SMPN 130 Jakarta, SDN Kota Bambu 01/02, dan TKN Meruya Selatan. Menariknya, terdapat transformasi struktural berupa alih fungsi SDN Jati Pulo 08 Pagi menjadi Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 298. Sementara itu, Jakarta Timur mencatat renovasi pada empat lokasi: SDN Pondok Bambu 01, SDN Cakung Timur 02, SMPN 91, serta SDN Pekayon 05/12.

Jakarta Selatan mendapat porsi signifikan dengan penyempurnaan enam gedung sekolah dasar dan satu SMP, yakni SDN Cilandak Barat 08, SDN Cipulir 11, SDN Gandaria Selatan 03, SDN Lebak Bulus 04, SDN Tebet Timur 07, dan SMPN 15 Jakarta. Pembangunan USB SMPN 299 juga masuk dalam daftar prioritas kawasan selatan. Adapun di utara dan pusat, masing-masing satu gedung diperbaiki yaitu SMKN 55 Jakarta dan SDN Petojo Utara 01.

Analisis Redaksi

Kompleksitas proyek senilai hampir Rp900 miliar ini menguji kapasitas manajerial Pemprov DKI dalam mengelola aset publik secara simultan. Fakta bahwa hanya tiga unit yang belum tuntas menunjukkan efisiensi eksekusi yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata proyek infrastruktur daerah lainnya. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada keberlanjutan perawatan pasca-renovasi. Seringkali, euforia peresmian fisik gedung tidak dibarengi dengan anggaran operasional memadai untuk menjaga standar kebersihan dan keamanan jangka panjang.

Langkah konversi SDN Jati Pulo 08 menjadi SMPN 298 merupakan sinyal demografis penting. Ini menandakan adanya geseran kebutuhan ruang kelas antara jenjang SD dan SMP di wilayah padat penduduk seperti Jakarta Barat. Masyarakat perlu waspada terhadap potensi lonjakan pendaftar di sekolah-sekolah baru atau hasil revitalisasi ini, karena kualitas input siswa sering kali berbanding lurus dengan daya saing lulusan. Transparansi data penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah-sekolah yang baru saja 'dibersihkan' wajahnya harus dijaga ketat agar tidak terjadi manipulasi kuota.

Meow! Tanya Nesi!
😸