Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

46 Orangutan Selamat dari Karhutla Kalbar, Translokasi Dimulai ke Hutan Lindung Batu Nyambu

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

46 Orangutan Selamat dari Karhutla Kalbar, Translokasi Dimulai ke Hutan Lindung Batu Nyambu
BAGIKAN:

Empat puluh enam individu Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) berhasil dievakuasi dari cengkeraman api dan asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Penyelamatan masif ini dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) selama periode Agustus hingga 9 Oktober 2026.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil kerja keras tim lapangan dalam situasi darurat. "Setidaknya sudah ada 46 orangutan yang diselamatkan dari habitat yang terbakar," ujar Murlan di Pontianak pada Minggu (11/10). Ia menambahkan bahwa penyediaan habitat aman kini menjadi tantangan terbesar setelah fase evakuasi selesai.

Tahapan konservasi tidak berhenti pada penyelamatan semata. Pada 9 Oktober, delapan individu yang telah dinyatakan sehat secara fisik mulai ditranslokasikan ke Hutan Lindung Batu Nyambu di Kabupaten Ketapang. Proses pemindahan ini mengikuti protokol ketat: evakuasi, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, dan observasi perilaku sebelum satwa dipindahkan ke lokasi baru yang lebih aman.

Latar belakang krisis ini menunjukkan dampak destruktif karhutla terhadap konektivitas ekologis. Kebakaran menghilangkan tutupan hutan dan memutus jalur jelajah antarkawasan, memaksa satwa terisolasi di perkebunan dengan sumber pakan minim. Kasus Mama Lifa dan anaknya, Lifa, menjadi contoh nyata; mereka ditemukan terjebak di antara pohon akasia pada lahan sempit seluas 400 meter persegi yang dikelilingi kebun kelapa sawit di Desa Pelang, Ketapang.

Selain itu, dinamika evakuasi juga melibatkan berbagai lokasi kritis. Mama Man beserta anaknya, Man, ditarik dari Desa Tempurukan, Ketapang, pada 3 September 2026 saat api mendekat. Sehari kemudian, empat orangutan lain—Mama Nopi, Nopi, serta dua jantan remaja Naufal dan Nopan—diselamatkan dari Desa Pemangkat, Kayong Utara. Direktur Operasional YIARI, Argitoeranting, menjelaskan bahwa pemilihan Hutan Lindung Batu Nyambu didasarkan pada kajian kesesuaian habitat, ketersediaan air, dan daya dukung ekologis kawasan seluas 23.000 hektare tersebut.

Analisis Redaksi

Translokasi ini bukan sekadar tindakan reaktif, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang rapuh jika tidak disertai pencegahan akar masalah. Argitoeranting mengingatkan bahwa selama kebakaran masih berlangsung, perlindungan hutan tersisa harus berjalan paralel dengan upaya penyelamatan satwa. Tanpa penegakan hukum terhadap pembakar lahan, siklus evakuasi-translokasi akan terus berulang dengan biaya ekologis yang semakin tinggi bagi populasi orangutan yang sudah terfragmentasi.

Penting pula dicatat pernyataan CEO YIARI Karmele Llano Sánchez mengenai kondisi sebagian besar korban lainnya yang masih menderita luka bakar, malnutrisi, dan anemia berat. Ini mengindikasikan skala kerusakan ekosistem jauh melampaui angka 46 individu yang selamat. Langkah lanjutan berupa patroli rutin dan penanaman pohon pakan oleh Kepala KPH Ketapang Utara Ya' Suharnoto hanyalah tambal sulam; solusi permanen menuntut perubahan paradigma pengelolaan lahan yang menghormati koridor satwa liar daripada memprioritaskan ekspansi monokultur tanpa kontrol.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸