Van der Sar Telepon Paes usai Indonesia Juara ASEAN Cup, Bahas Persaingan di Ajax
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Kiper legendaris timnas Belanda, Edwin van der Sar, secara pribadi menghubungi penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, untuk memberikan ucapan selamat pasca-kemenangan bersejarah skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026. Kontak telepon tersebut terjadi sehari setelah final dramatis melawan Thailand yang berlangsung pada 5 Oktober lalu.
"Ya, kemarin saya berbicara dengan Maarten Paes melalui telepon. Saya senang karena bisa berkontribusi terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia," ujar Van der Sar dikutip dari Antara, Sabtu (10/10). Mantan CEO Ajax Amsterdam ini menegaskan rasa bangganya melihat kontribusi kecilnya dalam ekosistem sepak bola tanah air turut membuahkan hasil positif bagi generasi pemain muda seperti Paes.
Konteks kemenangan ini sangat signifikan mengingat Indonesia berhasil menaklukkan rival tradisional mereka, Thailand, lewat adu penalti yang menegangkan. Van der Sar tidak hanya menyapa sang kiper, tetapi juga menyampaikan apresiasi luas kepada seluruh penggemar sepak bola Indonesia atas pencapaian gelar juara tersebut. "Menurut saya, ada banyak kesamaan dalam hal kecintaan terhadap tradisi dan warisan budaya antara Indonesia dan Belanda. Selamat kepada seluruh penggemar Indonesia atas keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup," tambahnya.
Di balik euforia kemenangan internasional, situasi klub Paes justru penuh tantangan. Musim ini, ia lebih sering duduk di bangku cadangan Ajax Amsterdam, harus bersaing ketat dengan kiper asal Jerman, Marc-Andre ter Stegen, untuk mendapatkan posisi utama. Van der Sar, yang menjabat sebagai CEO Ajax periode 2016-2023, menilai persaingan tersebut wajar namun berat. "Ter Stegen penjaga gawang yang sangat bagus, jadi situasinya cukup sulit bagi Maarten. Namun, bagus bahwa sekarang dia bermain di Ajax," komentarnya.
Pernyataan Van der Sar ini disampaikan saat dirinya berada di Jakarta untuk menghadiri pertandingan ekshibisi antara Manchester United Legend vs Arsenal Legend di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (10/10) malam. Ia mengungkapkan kedekatannya dengan Indonesia bukan hal baru; sebelumnya ia pernah membawa Ajax bertanding melawan Persib Bandung pada 2014 dan hadir lagi selama momen Piala Dunia 2026 beberapa bulan lalu. "Mungkin kunjungan terakhir saya beberapa bulan lalu. Indonesia adalah negara yang luar biasa. Saya juga sudah beberapa kali berlibur ke Bali," kata Van der Sar sambil tersenyum mengenang pengalamannya di Nusantara.
Analisis Redaksi
Kontak personal Van der Sar kepada Paes memiliki bobot simbolis yang melampaui sekadar ucapan selamat biasa. Bagi seorang legenda Eropa, tindakan ini memvalidasi kualitas mental dan teknis pemain keturunan Indonesia di panggung global. Ini menunjukkan bahwa jaringan profesionalisme Eropa kini semakin terbuka lebar bagi talenta diaspora Indonesia, sebuah pintu masuk strategis yang harus dimanfaatkan oleh federasi untuk mempercepat transfer ilmu pengetahuan taktikal modern.
Namun, analisis kita harus tetap realistis mengenai kondisi karier Paes di level klub. Menjadi juara Asia Tenggara bersama Timnas memang menaikkan profil pasar, tetapi kompetisi internal di raksasa Eredivisie seperti Ajax menuntut konsistensi performa mingguan yang jauh lebih brutal. Fakta bahwa ia masih kalah saing dari Ter Stegen menjadi pengingat keras bahwa prestasi internasional belum otomatis menjamin tempat utama di klub elite Eropa. Langkah logis berikutnya bagi Paes adalah membuktikan ketahanan fisik dan psikologisnya di sesi latihan harian, bukan hanya mengandalkan sorotan lampu ketika membela Merah Putih.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Liga Champions Matchday 4: Barcelona Tantang Aston Villa, MU Menjamu Roma

Kendala Teknis Motor Cederai Peluang Almansa di Sepang, Senggolan Danish Bikin Gagal Podium
Kimi Antonelli Cetak Sejarah sebagai Juara Dunia Formula One Termuda
