Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Serangan Houthi, Saudi Konfirmasi 1 Pilot Tewas di King Khalid

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Serangan Houthi, Saudi Konfirmasi 1 Pilot Tewas di King Khalid
BAGIKAN:

Arab Saudi mengidentifikasi satu pilot yang tewas akibat serangan rudal Houthi di Bandara King Khalid, Riyadh pada Kamis (8/10). Kapten Hamoud Ali Al Kalthami merupakan satu dari tiga korban tewas dalam serangan tersebut. Saudia Airlines mengonfirmasi kematiannya dalam insiden di bandara.

Al Kalthami meninggal dunia pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, dalam insiden di Bandara Internasional King Khalid. Saudia memberikan penghormatan kepada sang kapten, mengakui kontribusinya selama berkarier di maskapai tersebut serta dampak mendalam yang ia berikan kepada rekan-rekannya. Maskapai ini juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, orang-orang terkasih, dan rekan-rekan almarhum.

Pengumuman ini disampaikan setelah Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Arab Saudi mengonfirmasi bahwa tiga warga negara Saudi tewas dalam dua serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid pada hari Kamis. Serangan pertama menyasar fasilitas bandara, sementara serangan kedua menargetkan sebuah pesawat milik Saudia.

Serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah warga Saudi dan penduduk dari berbagai kewarganegaraan mengalami luka-luka, dengan tingkat keparahan mulai dari luka ringan hingga kritis. Seluruh korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa ini terjadi dalam konteks ketegangan yang meningkat di Yaman, di mana milisi Houthi pro-Iran terus melakukan serangan terhadap target di Arab Saudi. Serangan-serangan ini telah menjadi bagian dari konflik yang lebih besar di Yaman, yang melibatkan berbagai aktor internasional dan regional.

Analisis Redaksi

Kematian Kapten Hamoud Ali Al Kalthami dan dua korban lainnya dalam serangan Houthi di Bandara King Khalid merupakan contoh nyata dari dampak langsung dari ketegangan yang berlangsung di Yaman. Serangan ini tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga mengganggu operasional bandara dan maskapai penerbangan nasional Arab Saudi.

Peristiwa ini juga mengingatkan tentang kebutuhan akan kerja sama internasional yang lebih kuat dalam menangani ancaman keamanan yang berasal dari kelompok-kelompok militan di kawasan tersebut. Arab Saudi, sebagai negara tuan rumah, memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas di kawasan tersebut dan melindungi warganegaranya dari serangan-serangan seperti ini.

Dalam konteks ini, penting untuk melihat bagaimana Arab Saudi akan merespons serangan ini dan apakah akan ada upaya-upaya diplomatik atau militer yang akan diambil untuk mengatasi ancaman keamanan yang terus berkembang di Yaman. Selain itu, peristiwa ini juga dapat mempengaruhi hubungan Arab Saudi dengan negara-negara lain yang terlibat dalam konflik di Yaman, terutama Iran dan sekutu-sekutu militan lainnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸