Pertamina Pastikan Proses Perpanjangan Hak Nama MotoGP Mandalika 2027
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

PT Pertamina (Persero) memastikan proses perpanjangan hak nama atau naming rights untuk gelaran MotoGP Indonesia musim 2027 tengah berjalan. VP Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan komitmennya agar kerja sama strategis ini tetap berlanjut pada tahun depan.
"Itu [naming rights] sedang kami proses dan insyaallah tahun depan masih berlanjut," ujar Baron dalam konferensi pers di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Sabtu (10/10). Pernyataan ini menegaskan posisi Pertamina sebagai mitra utama yang tidak sekadar hadir sesaat, melainkan membangun ekosistem jangka panjang di lintasan balap internasional tersebut.
Dalam kontrak saat ini, Pertamina memegang dua entitas hak nama sekaligus. Pertama adalah penamaan sirkuit itu sendiri menjadi Pertamina Mandalika International Circuit. Kedua adalah titel resmi ajang balap, yaitu Pertamina Grand Prix of Indonesia. Baron menjelaskan bahwa perusahaan menjalankan sponsorship serta naming rights secara simultan untuk memperkuat brand awareness global melalui olahraga bermotor.
Tidak berhenti pada level event dan venue, keterlibatan Pertamina juga menembus aspek teknis tim. Melalui anak usahanya, Pertamina Lubricants, mereka mensponsori salah satu kontestan grid, yakni Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Strategi berlapis ini menunjukkan keseriusan BUMN energi tersebut dalam mendukung industri otomotif nasional dari hulu ke hilir, termasuk pengembangan talenta pembalap muda bersama Valentino Rossi.
Sementara itu, seri MotoGP Mandalika 2026 berlangsung pada Jumat hingga Minggu (9-11/10). Balapan puncak dijadwalkan pada Minggu (11/10), dimulai pukul 09:40 WIB dengan kelas Moto3, disusul Moto2, dan ditutup oleh aksi para joki MotoGP. Ajang ini menjadi krusial karena berdampak langsung pada perebutan gelar juara dunia, di mana Marc Marquez bersaing ketat dengan Jorge Martin di papan klasemen sementara.
Analisis Redaksi
Kepastian kelanjutan naming rights hingga 2027 bukan sekadar formalitas bisnis, melainkan sinyal stabilisasi investasi negara di sektor sport tourism. Dengan durasi kontrak yang jelas, pengelola sirkuit dan pemerintah daerah memiliki ruang lebih luas untuk merancang kalender acara pendukung tanpa bayang-bayang ketidakpastian sponsor utama. Ini penting mengingat biaya operasional mega-event sangat tinggi dan bergantung pada kepastian arus kas dari mitra korporat besar seperti Pertamina.
Langkah selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah konsistensi kualitas penyelenggaraan. Jika infrastruktur dan pelayanan penonton terus membaik seiring jaminan finansial dari Pertamina, efek domino terhadap okupansi hotel dan UMKM lokal akan semakin nyata. Sebaliknya, jika ada celah manajemen despite dukungan penuh sponsor, citra Mandalika sebagai ikon wisata baru bisa tergerus. Publik kini menunggu bukti nyata bahwa sinergi antara badan usaha milik negara dan otoritas olahraga mampu mengangkat nilai jual destinasi super prioritas ini secara berkelanjutan.BERITA TERKAIT (Olahraga)
Kimi Antonelli Cetak Sejarah sebagai Juara Dunia Formula One Termuda

Kebijakan Baru Marc Marquez: Mundurkan Keberangkatan ke Qatar Menghadapi Ketegangan Timur Tengah

Alvaro Carpe Klaim Duel Tiga Pembalap Hancurkan Peluang Kemenangan di Moto3 Malaysia
