Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Komisi X DPR Soroti Kualitas Pendidikan dan Pelestarian Budaya di Gianyar

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Komisi X DPR Soroti Kualitas Pendidikan dan Pelestarian Budaya di Gianyar
BAGIKAN:

Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia secara khusus menyoroti kondisi kualitas pendidikan serta upaya pelestarian kebudayaan yang berlangsung di Kabupaten Gianyar, Bali. Kunjungan kerja ini menjadi momentum bagi legislator untuk menilai langsung efektivitas program pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan akademik dan identitas budaya lokal.

Para anggota dewan melakukan peninjauan mendalam terhadap berbagai institusi pendidikan di wilayah tersebut. Mereka mengamati bagaimana kurikulum diterapkan di kelas-kelas sekolah dasar hingga menengah. Fokus utama terlihat pada integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan siswa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat.

Gianyar dikenal luas sebagai pusat seni dan budaya di Pulau Dewata. Namun, tekanan globalisasi sering kali mengancam eksistensi tradisi setempat. Komisi X melihat adanya celah antara potensi besar sektor pariwisata dengan realitas sistem pendidikan yang ada. Beberapa fasilitas sekolah dilaporkan memerlukan pembaruan infrastruktur agar mampu mendukung metode pengajaran modern tanpa meninggalkan esensi tradisional.

Dalam dialog bersama pejabat dinas terkait, terungkap beberapa tantangan struktural. Alokasi anggaran dinilai belum sepenuhnya optimal untuk mengejar ketertinggalan mutu pendidikan dibandingkan kabupaten lain di Bali. Selain itu, regenerasi seniman dan budayawan muda menghadapi hambatan ekonomi. Banyak pemuda memilih jalur karier pragmatis daripada mendalami kesenian klasik yang dianggap kurang menjanjikan secara finansial.

Dampak dari sorotan ini diharapkan memicu evaluasi kebijakan jangka panjang oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar. Publik menunggu langkah konkret perbaikan standar nasional pendidikan di tingkat daerah. Jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin daya saing sumber daya manusia lokal akan menurun drastis. Padahal, sektor kreatif merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Gianyar saat ini.

Analisis Redaksi

Sorotan Komisi X terhadap Gianyar bukan sekadar rutinitas pengawasan biasa. Ini adalah sinyal peringatan dini mengenai urgensi reformasi sistem pendidikan berbasis budaya. Ketika sebuah daerah mengandalkan citra kultural sebagai aset utama, kegagalan melestarikan pengetahuan lokal melalui jalur formal dapat merusak fondasi sosial-ekonominya sendiri. Data lapangan menunjukkan bahwa banyak sekolah masih terjebak pada pendekatan konvensional yang terpisah dari konteks kehidupan nyata siswa.

Pemerintah daerah perlu segera merumuskan strategi kolaboratif yang melibatkan pelaku industri kreatif, akademisi, dan praktisi seni. Tanpa sinergi tersebut, upaya pelestarian hanya akan menjadi slogan kosong di atas kertas. Langkah berikutnya harus berupa audit menyeluruh terhadap kurikulum muatan lokal dan peningkatan insentif bagi guru-guru yang berkompeten di bidang seni-budaya. Hanya dengan demikian, kualitas pendidikan di Gianyar dapat sejajar dengan reputasinya sebagai jantung budaya Bali.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸