Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kemenperin Bantah Pesimisme Otomotif 2026: Produksi Roda Empat Naik 13,4 Persen

OtomotifSiska AmeliaSiska AmeliaSumber: CNN Otomotif
Siska Amelia
Siska Amelia
Rider & Reviewer

Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Kemenperin Bantah Pesimisme Otomotif 2026: Produksi Roda Empat Naik 13,4 Persen
BAGIKAN:

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara tegas membantah narasi kelesuan pasar otomotif nasional sepanjang 2026. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, memaparkan data resmi yang menunjukkan tren pertumbuhan solid pada produksi maupun penjualan kendaraan bermotor roda empat dan dua di dalam negeri.

Pernyataan ini disampaikan Setia saat membacakan sambutan Menteri Perindustrian dalam pembukaan pameran Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (9/10). Ia menekankan bahwa peningkatan volume kendaraan menjadi indikator paling valid bahwa gairah konsumen masih terjaga tinggi.

"Dua sektor ini menunjukkan satu hal yang sama, pasar otomotif Indonesia terus tumbuh. Mungkin ada yang pesimis terhadap pasar otomotif di tahun ini, namun data menunjukkan sebaliknya," ujar Setia Diarta kepada hadirin.

Rincian data Kemenperin mencatatkan performa impresif untuk segmen mobil penumpang atau roda empat. Angka produksi berhasil menyentuh level 859.000 unit dengan pertumbuhan sebesar 13,4 persen. Lebih signifikan lagi, penjualan domestik di segmen ini melonjak hingga 20,1 persen, sebuah sinyal kuat permintaan pasar yang belum jenuh.

Sementara itu, industri sepeda motor tetap kokoh sebagai tulang punggung manufaktur nasional. Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai produsen roda dua terbesar ketiga di dunia dengan total produksi mencapai 4,79 juta unit. Pertumbuhan produksi tercatat naik 3,4 persen, diikuti kenaikan penjualan domestik sebesar 2,2 persen.

Dampak dari lonjakan penjualan kendaraan baru ini diproyeksikan mengalir deras ke sektor hilir. Ruang gerak bagi para modifikator serta produsen komponen aftermarket dipastikan semakin luas seiring bertambahnya basis pengguna kendaraan baru yang membutuhkan personalisasi produk.

Analisis Redaksi

Data Kemenperin ini sekaligus menutup celah spekulasi negatif yang beredar di kalangan pelaku usaha kecil menengah. Jika sebelumnya banyak pihak khawatir daya beli melemah akibat ketidakpastian global, angka pertumbuhan penjualan domestik roda empat sebesar 20,1 persen membuktikan ketahanan ekonomi kelas menengah atas Indonesia masih sangat kuat. Ini bukan sekadar statistik makro, melainkan jaminan likuiditas bagi ekosistem bisnis turunan seperti bengkel spesialis dan toko aksesori.

Strategi pemerintah melalui IMX 2026 juga layak dicermati sebagai upaya diversifikasi pasar. Dengan membawa agenda Road to IMX 2026 ke Osaka Auto Messe Jepang dan rencana ekspansi ke Amerika Serikat pada November 2026, terlihat jelas ambisi menjadikan budaya modifikasi lokal sebagai komoditas ekspor bernilai tinggi. Pelaku industri harus siap beradaptasi dengan standar kualitas internasional jika ingin ikut menikmati kue pertumbuhan dari pasar global ini.

BERITA TERKAIT (Otomotif)

Meow! Tanya Nesi!
😸