Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kabut Asap Selimuti Bandara SMB II Palembang, Jarak Pandang Turun Drastis

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kabut Asap Selimuti Bandara SMB II Palembang, Jarak Pandang Turun Drastis
BAGIKAN:

Jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menyusut drastis menjadi 500 meter akibat kabut asap tebal pada Sabtu siang, 10 Oktober 2026. Kondisi meteorologi ekstrem ini langsung mengganggu operasional penerbangan, memaksa pengelola bandara mencatat setidaknya 15 pergerakan pesawat terdampak hingga pukul 12.30 WIB.

General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengonfirmasi bahwa gangguan tersebut mencakup tujuh penerbangan keberangkatan dan delapan penerbangan kedatangan. Data operasional menunjukkan daftar rute yang tersendat meliputi JT246 menuju Batam, TR255 ke Singapura, IU302 ke Pangkalpinang, SI7296 ke Pekanbaru, QG987 ke Jakarta, IU964 ke Kualanamu, serta AK461 ke Kuala Lumpur untuk sektor berangkat.

Sementara itu, sisi kedatangan juga mengalami hambatan serupa. Delapan maskapai dengan nomor registrasi TR255 dari Singapura, SI7295 dari Pekanbaru, QG9962 dari Jakarta, IU933 dari Yogyakarta, AK462 dari Kuala Lumpur, QG980 dari Jakarta, GA102 dari Jakarta, dan GA104 dari Jakarta harus menyesuaikan jadwal atau menunggu kondisi membaik. Keterbatasan visibilitas sebesar 500 meter berada di bawah ambang batas aman standar operasi pendaratan visual, sehingga koordinasi intensif diperlukan.

Pihak bandara menegaskan komitmen mereka terhadap keselamatan penumpang sebagai prioritas utama di tengah krisis lingkungan ini. "Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan," ujar Ahmad Syaugi Shahab saat memberikan keterangan resmi di lokasi.

Menghadapi ketidakpastian waktu pemulihan jarak pandang, manajemen bandara mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh calon penumpang. Publik diminta tidak datang lebih awal tanpa konfirmasi, melainkan memantau informasi terkini mengenai status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum bertolak ke terminal. Langkah preventif ini diharapkan meminimalisir penumpukan massa di area tunggu jika terjadi delay lanjutan.

Analisis Redaksi

Ketergantungan infrastruktur transportasi udara Sumatera Selatan terhadap kondisi atmosfer memperlihatkan kerentanan struktural yang berulang setiap musim kemarau. Angka 500 meter bukan sekadar statistik teknis; ia merepresentasikan titik kritis di mana keputusan pilot dan menara pengawas menjadi taruhan nyawa ratusan orang. Ketika satu bandara hub regional lumpuh parsial, efek domino merambat cepat ke jaringan logistik nasional, mengingat posisi strategis Palembang sebagai gerbang ekspor komoditas dan pariwisata religi.

Publik perlu waspada bahwa solusi reaktif berupa pemantauan cuaca hanyalah tambal sulam bagi masalah akar yaitu deforestasi dan kebakaran lahan yang tak kunjung tuntas. Tanpa penegakan hukum lingkungan yang ketat di hulu, siklus kabut asap akan terus membayangi kalender penerbangan Indonesia. Kemungkinan langkah selanjutnya menuntut sinergi lintas kementerian—dari Perhubungan hingga Lingkungan Hidup—untuk menciptakan protokol darurat yang lebih adaptif daripada sekadar imbauan pasif kepada penumpang.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸