Gagal Tembus Q2, Mario Aji Start Ke-23 di Moto2 Mandalika
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji dipastikan mengawali balapan Pertamina Moto2 Mandalika 2026 dari posisi ke-23. Hasil kualifikasi yang mengecewakan ini diraih oleh pembalap Idemitsu Honda Team Asia setelah ia gagal menembus empat besar dalam sesi Kualifikasi 1 (Q1) pada Sabtu (10/10).
Perjalanan Mario di lintasan tidak sepenuhnya buruk sejak awal. Pemuda asal Magetan tersebut sempat bertengger di posisi kedua pada fase pertama Q1. Namun, peningkatan catatan waktunya ternyata tidak cukup bertahan hingga akhir sesi untuk mengamankan tiket menuju Q2.
Sesi kualifikasi ini menjadi ujian berat bagi Mario menyusul rentetan kendala yang dialaminya pada hari pertama. Pembalap berusia 22 tahun itu sebelumnya mengalami kecelakaan di tikungan 1 jelang akhir sesi practice, sebuah insiden yang jelas mengganggu ritme persiapannya menghadapi kualifikasi.
Mario mengakui bahwa masalah utamanya terletak pada pendekatan teknis dan gaya berkendara. "Lebih ke gaya balapannya saja, karena set-up motor kami tidak berubah terlalu banyak dari yang pertama," ujar Mario seusai evaluasi latihan bebas, dilansir dari Antara. Pernyataan ini menegaskan adanya keterbatasan penyesuaian motor yang berdampak langsung pada performa saat kualifikasi.
Sementara itu, sorotan utama justru tertuju pada dominasi Izan Guevara yang merebut pole position. Ia tampil dominan sekaligus memecahkan rekor lap sepanjang masa di Sirkuit Mandalika dengan catatan waktu impresif 1 menit 31,963 detik. Kejutan juga mewarnai jajaran depan setelah Alex Escrig berhasil mengamankan posisi start kedua.
Escrig unggul atas David Alonso dan Daniel Holgado yang mengisi barisan grid berikutnya. Di sisi lain, pemuncak klasemen sementara Moto2, Manuel Gonzalez, justru memetik hasil kualifikasi terburuknya musim ini. Pembalap asal Spanyol tersebut bakal memulai balapan dari posisi ke-10, membuka peluang bagi kompetitor lainnya di papan tengah.
Analisis Redaksi
Kegagalan Mario tembus Q2 bukan sekadar soal kecepatan murni, melainkan akumulasi dari ketidakstabilan mental pasca-kecelakaan dan ketidakefektifan strategi setup motor yang stagnan. Dalam balapan level tinggi seperti Moto2, margin kesalahan sangat tipis; satu insiden kecil di practice bisa meruntuhkan kepercayaan diri selama sisa akhir pekan. Posisi start ke-23 menempatkan Mario dalam situasi sulit karena harus melakukan overtaking agresif di sirkuit sempit Mandalika yang rawan kontak fisik.
Balapan Minggu (11/10) pukul 12.15 WIB akan menjadi panggung pembuktian karakter bagi Mario. Dengan Manuel Gonzalez yang juga kesulitan, peta persaingan di paruh bawah grid terbuka lebar. Mario perlu memanfaatkan momentum ini untuk mengumpulkan poin sekecil apa pun, mengingat setiap poin berharga dalam perburuan konsistensi karier jangka panjangnya di kancah internasional. Jika ia mampu finis di zona poin, itu sudah dianggap sukses besar mengingat kondisi awal yang kurang menguntungkan.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska

Toraja Academy Turunkan 100 Atlet untuk Tembus Prestasi di CNN Indonesia Taekwondo Championship
