Belum Dua Tahun, The Friedkin Group Siap Lepas Saham Mayoritas Everton

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Sumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Belum Dua Tahun, The Friedkin Group Siap Lepas Saham Mayoritas Everton
BAGIKAN:

The Friedkin Group (TFG) resmi membuka pintu bagi investor baru untuk mengambil alih saham pengendali Everton FC. Langkah ini mengejutkan banyak pihak mengingat perusahaan milik miliarder Dan Friedkin baru saja menguasai 99,5 persen kepemilikan klub pada Desember 2024. Keputusan strategis tersebut menandai berakhirnya era singkat namun intens di bawah bendera TFG.

Akuisisi awal dilakukan dengan nilai fantastis, lebih dari 400 juta poundsterling, saat TFG membeli saham mayoritas dari Roundhouse Capital milik Farhad Moshiri. Transaksi itu sempat dipandang sebagai penyelamat klub dari masa-masa penuh gejolak. Namun, realitas operasional ternyata tidak semudah ekspektasi. TFG dinilai tak kuasa mengelola sendirian beban berat manajemen klub kasta tertinggi Liga Inggris tersebut.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip Daily Mail, TFG menegaskan bahwa mereka sedang menjajaki opsi investasi baru. Fokus utama sejak awal akuisisi adalah memperbaiki situasi keuangan klub yang sebelumnya tidak stabil. "Saat TFG mengambil alih tanggung jawab atas Everton, klub menghadapi ketidakpastian keuangan yang signifikan serta berbagai tantangan, baik di dalam maupun di luar lapangan," tulis klub dalam rilis tersebut.

Prioritas TFG selama hampir dua tahun terakhir mencakup pemberian stabilitas dan dukungan dana demi menjamin masa depan klub. Salah satu proyek krusial yang dibantu penyelesaiannya adalah pembangunan stadion baru. Meskipun kondisi keuangan kini dianggap jauh lebih baik, keputusan untuk mencari mitra atau pembeli lain tetap diambil. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran strategi bisnis jangka panjang dari pemilik asal Amerika Serikat tersebut.

Proses pencarian calon pembeli akan sangat selektif. TFG menyatakan hanya akan melakukan pembicaraan dengan perusahaan yang benar-benar serius memiliki visi membangun Everton. Jumlah saham spesifik yang akan dilepas belum dijelaskan secara rinci oleh manajemen. Publik masih menunggu kejelasan mengenai siapa entitas berikutnya yang akan memegang kendali atas nasib The Toffees.

Analisis Redaksi

Keputusan TFG menjual kembali saham Everton dalam waktu kurang dari dua tahun pasca-akuisisi besar menimbulkan pertanyaan mendasar tentang keberlanjutan model investasi asing di sepak bola Eropa. Jika tujuannya murni finansial, periode pegangan yang terlalu singkat sering kali mencerminkan kegagalan proyeksi keuntungan atau tekanan likuiditas internal grup induk. Fakta bahwa mereka mengklaim telah menstabilkan keuangan namun memilih keluar justru mengindikasikan bahwa biaya pemeliharaan kompetisi level tinggi mungkin melebihi estimasi awal mereka.

Syarat ketat yang diajukan TFG kepada calon pembeli—yakni keseriusan membangun klub—bisa dibaca ganda. Di satu sisi, ini upaya menjaga reputasi merek Everton agar tidak jatuh ke tangan spekulan semata. Di sisi lain, batasan ini berpotensi mempersempit pasar calon investor, sehingga proses negosiasi bisa berlarut-larut. Bagi suporter, transisi kepemilikan berikutnya membawa risiko ketidakpastian arah kebijakan transfer dan pengembangan infrastruktur jika pengganti TFG tidak memiliki kedalaman sumber daya serupa.

Meow! Tanya Nesi!
😸