Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

TP PKK dan Posyandu Pusat Perkuat Layanan Enam Bidang SPM bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

TP PKK dan Posyandu Pusat Perkuat Layanan Enam Bidang SPM bagi Warga Terdampak Gempa NTT
BAGIKAN:

Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Pusat bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) secara langsung memperkuat peran Posyandu dalam mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di lokasi terdampak bencana. Langkah strategis ini difokuskan pada Posyandu Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna memastikan akses layanan dasar tetap berjalan bagi kelompok rentan.

Dukungan tersebut tidak terbatas pada sektor kesehatan semata. Keenam bidang SPM yang menjadi fokus mencakup pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga sosial. Dalam kerangka kerja ini, Posyandu bertransformasi menjadi wadah partisipasi masyarakat vital untuk mengawal terpenuhinya hak-hak dasar warga di tingkat desa pasca-guncangan gempa.

Safriati Safrizal, Pelaksana Tugas Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat, menegaskan urgensi kolaborasi ini. Mewakili Ketua Umum Tri Tito Karnavian, ia menyatakan bahwa 10 Program Pokok PKK dan Posyandu adalah penggerak perubahan utama di level keluarga dan komunitas, khususnya bagi mereka yang paling terdampak oleh bencana alam.

Pemulihan pascabencana, menurut Safriati, melampaui sekadar perbaikan infrastruktur fisik. Aspek krusial lainnya adalah pemulihan ketahanan keluarga dan keberlangsungan pemberian layanan dasar. "Saya mengajak pengurus/kader PKK dan pengurus/kader Posyandu Desa Satar Padut untuk terus aktif melakukan pendampingan, edukasi kesehatan, serta memastikan pelayanan Posyandu tetap berjalan," ujarnya dalam keterangan resmi pada Jumat (9/10/2026).

Kunjungan kerja ini juga disertai dengan penyaluran bantuan konkret senilai ratusan juta rupiah jika dikonversi ke nilai pasar saat ini, meski rincian nominal uang tidak disebutkan. Bantuan meliputi satu paket alat antropometri lengkap dengan timbangan bayi dan stadiometer, bahan medis habis pakai seperti kasa steril dan povidone iodine, enam alat tensi darah, 30 kursi pelayanan, serta puluhan paket sembako dan makanan ringan anak termasuk susu berbagai merek. Kehadiran Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih dan Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Timur Theresia Wisang turut memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.

Analisis Redaksi

Intervensi pusat melalui TP PKK dan TP Posyandu menunjukkan pergeseran paradigma penanganan bencana dari responsif jangka pendek menuju rehabilitasi berbasis komunitas. Dengan menekankan pada enam bidang SPM, pemerintah daerah dan pusat berupaya menutup celah layanan publik yang sering kali lumpuh total setelah bencana terjadi. Ini bukan sekadar aksi karitas, melainkan upaya sistematis menjaga stabilitas sosial melalui pemenuhan hak dasar warga negara di wilayah marginal.

Tantangan terbesar ke depan adalah keberlanjutan program. Ketersediaan alat antropometri dan bahan medis hanyalah input awal; keberhasilan sejati terletak pada kapasitas kader lokal untuk mengelola data dan memberikan konseling berkelanjutan. Jika sinergi antara struktur formal pemerintahan dan informal masyarakat sipil (kader PKK/Posyandu) terjaga, Desa Satar Padut berpotensi menjadi model resiliensi komunitas yang bisa direplikasi di daerah rawan bencana lain di Indonesia.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ