Suyudi Ingatkan Anggota Polri: Jabatan adalah Amanah, Bukan Alasan Merasa Lebih Tinggi
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Jenderal Suyudhi Ario Seto menegaskan bahwa jabatan dan kekuasaan di tubuh Polri merupakan amanah berat yang harus dipertanggungjawabkan secara moral, bukan sekadar privilege status. Pimpinan Polri ini mengutarakan peringatan tersebut secara langsung di hadapan jajarannya usai melaksanakan salat Jumat berjemaah di Masjid Al-Ikhlas, kompleks Markas Besar Polri, Jakarta, pada Jumat (9/10).
Suyudi mengingatkan para anggota bahwa pangkat dan kedudukan bukan justifikasi untuk merasa lebih tinggi dari rekan atau masyarakat lain. "Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana," tegasnya dalam ceramah singkat itu.
Nasihat tersebut menekankan bahwa kemuliaan seseorang tidak terukur semata dari seragam atau kekayaan. Suyudi menyebut, akhlak mulia, ketulusan hati, serta cara memperlakukan orang lain merupakan penentu sejati nilai seorang pemimpin. Ia berharap pesan ini menginternalisasi nilai rendah hati, terutama bagi mereka yang memegang tanggung jawab besar di institusi keamanan negara.
Lebih jauh, Suyudi menyerukan penguatan persaudaraan di internal lembaga. Ia mengajak para jemaah di Mabes Polri mengambil hikmah dari momen ibadah tersebut untuk terus memperbaiki diri secara kolektif. Fokusnya adalah menciptakan lingkungan kerja yang bersatu dan saling menopang, bebas dari arogansi hierarkis yang sering kali membelenggu efektivitas organisasi.
Sikap ini sekaligus menjadi penegasan kembali budaya organisasi yang berbasis pelayanan, bukan penguasaan. Dengan menempatkan kesederhanaan sebagai syarat kepemimpinan, Suyudi berupaya menanamkan bahwa kekuasaan tanpa kerendahan hati adalah cacat fatal yang bisa menggerus kepercayaan publik terhadap institusi hukum.

